BANTUL - Pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh tim Nilaksi, yakni kelompok PKM Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari UMBY. Tim yang beranggotakan tujuh mahasiswa itu membantu mengoptimalkan hilirisasi produk, hingga pemasaran digital dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Gemari Kedaton, Pleret, Bantul.
Humas tim Nilaksi Alya Febri Surya Djayani menjelaskan, KWT Puspa Gemari adalah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di bidang pertanian dan usaha kecil. Produk yang tengah dikembangkan adalah jamu kombucha dan lilin aromaterapi. "Kami bantu upgrade dari beberapa hal lainnya," katanya kepada Radar Jogja.
Yakni berupa peningkatan kualitas sisi visual. Seperti memperbanyak warna, varian, hingga membuat packaging dan labeling. Selain itu, aspek selling juga jadi hal yang dioptimalkan, baik secara online ataupun offline. "Salah satu platform penjualan offline kami di Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2024 ini," tuturnya.
Disebutkan, salah satu kendala yang dihadapi selain relevansi pada digitalisasi, adalah tantangan dari sumber daya manusia (SDM). Kontribusi anak-anak muda masih minim, padahal mereka punya peranan penting. Tidak saja untuk terlibat dalam keberlanjutan KWT, namun juga meningkatkan potensi di daerah tinggalnya.
"Setelah KWT bisa membuat produk dan sustainable, kami tetap monitoring untuk melihat perkembangan," ujarnya.
Mengingat masa pengabdian masih akan berlangsung hingga Februari 2025. “Kami di KWT ini enam bulan, terhitung sejak September,” ucapnya.
Baca Juga: Jepang Ditahan Imbang Australia 1-1, Tren Kemenangan dan Cleansheet Samurai Blue Sirna
Sementara itu, Ketua KWT Puspa Gemari Fatimah Sadiyah menyadari, kontribusi dari tim UMBY tersebut berdampak pada kreativitas anggota KWT dalam mengembangkan produk bernilai ekonomis. "Dengan memanfaatkan bahan alami dan lokal, produk-produk ini diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi kesejahteraan dan menaikkan eksistensi KWT Puspa Gemari," harapnya.
Selain inovasi produk, salah satu hal yang ditekankan adalah perluasan jangkauan pasar. Salah satunya adalah penjualan berbasis online. "Diharapkan dapat membuka peluang baru di pasar lokal atau luar daerah," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita