SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan pameran 56 karya seni lukisan bertema Palestina. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tragedi kemanusiaan di Gaza.
Pameran bekerja sama dengan Embun Kalimasada Yayasan Badan Wakaf UII dan MER-C berlangsung di Gedung Kuliah Umum Sardjito Kampus Terpadu UII pada Senin (7/10/2024).
Rektor UII Fathul Wahid mengatakan seminar dan pameran lukisan bertajuk 'Dari Indonesia ke Palestina: Refleksi Setahun Tragedi Kemanusiaan'.
"Pameran lukisan di Gedung Moh. Hatta UII berlangsung selama sebulan ke depan," kata Fathul Wahid.
Pameran lukisan menampilkan 65 karya terpilih dari kegiatan Open Call Lukisan oleh Embun Kalimasada Yayasan Badan Wakaf UII.
"Tiga karya terbaik dan dua juara harapan mendapatkan apresiasi dari dewan juri," ujarnya.
Baca Juga: Cuti Massal Hakim, Praktisi Hukum Unimugo: Tidak Menambah Simpati Masyarakat, Justru Sebaliknya
Dikatakan, pameran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang penderitaan rakyat Palestina serta kompleksitas politik internasional.
"Sejarah mencatat tragedi kemanusiaan di Palestina, terutama sejak 7 Oktober 2023, terus memburuk dengan ribuan korban jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak," ungkapnya.
Israel dituduh melakukan genosida yang melanggar Konvensi Genosida 1948. Meski diakui banyak negara adikuasa masih permisif terhadap tindakan dengan dalih membela diri dari serangan Hamas.
"UII berharap pameran lukisan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya solidaritas untuk Palestina dan keadilan internasional," tegasnya.
Menurutnya dukungan terhadap Palestina terus disuarakan di Majelis Umum PBB, meski upaya menghentikan kejahatan perang Israel masih belum optimal.
"Pameran lukisan dibuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat agar memahami tragedi Gaza lebih dalam melalui karya seni," jelasnya. (gun)