SLEMAN - Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta berkolaborasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina dan Kanada. Menggelar pameran seni lukis bertajuk Ukrainan Art Exhibition. Pameran yang berlangsung di UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga lantai 3 hingga 19 Oktober mendatang.
Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Labibah Zain menjelaskan, pameran tersebut menampilkan 18 karya seni lukis dari Pictoric. Kelompok seniman Ukraina yang mengumpulkan dan menciptakan karya-karya seni yang menggambarkan keadaan perang.
"Kami ingin sebarkan kesadaran soal kekejaman perang yang terus berlanjut," katanya pada Radar Jogja Selasa (1/10/2024).
Disebutkan, pameran tersebut merupakan lanjutan dari serangkaian pameran serupa. Yang telah sukses diselenggarakan di berbagai kota dunia, termasuk Berlin, Paris, dan Warsawa.
"Sebelumnya, pameran ini juga pernah diadakan di Institut Francais Indonesia di Jakarta, Juli hingga Agustus 2023," tuturnya.
Secara pribadi, Labibah merasa bangga dan terhormat, sebab perpustakaan UIN bisa menjadi tuan rumah pameran kemanusiaan tersebut. Hal lain yang juga membanggakannya, agenda tersebut dihadiri juga oleh delegasi Kedubes Ukraina dan Kanada.
"Perpustakaan bukan saja tempat menyimpan koleksi buku, tapi wadah untuk menyebarkan gagasan dan meningkatkan kesadaran akan keadilan sosial," serunya.
Pameran seni Ukraina, menurutnya, adalah salah satu cara untuk membangun solidaritas dan menumbuhkan empati di kalangan pengunjung.
Labibah menekankan, pameran seni Ukraina tersebut bukan hanya sekadar pameran seni semata. Tetapi juga sebuah langkah penting dalam menciptakan kesadaran dan solidaritas global pada permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Ukraina.
"Penonton diharap bisa merasakan penderitaan dari orang-orang yang diperlakukan semena-mena, dan bisa beraksi lebih pada hal-hal yang positif," pesannya.
Sementara itu, Duta Besar Ukraina YM Vasyl Hamianin menyoroti, ada semacam paradoks kebebasan yang sering dianggap sebagai nilai universal, tapi seringkali tidak mendapat dukungan setara. "Mengapa perjuangan mempertahankan kebebasan seringkali terasa terisolasi?," tanyanya.
Dia menyadari, medium seni jadi salah satu bentuk paling relevan untuk menyuarakan beragam isu yang kompleks. Termasuk isu yang bersifat politis. "Hanya seni yang bisa mengungkap emosi mendalam, seperti penderitaan dan rasa kehilangan tempat tinggal yang dialami jutaan warga Ukraina," ungkapnya.
Penuturan juga datang dari Duta Besar Kanada YM Jess Dutton. Menurutnya, di balik karya seni yang ditampilkan, ada cerminan ketangguhan dan kreativitas para seniman Ukraina. Mereka terus berkarya di tengah bayang-bayang invasi Rusia. "Kanada ingin memperkuat solidaritas dan pemahaman global pada penderitaan serta harapan rakyat Ukraina yang tak pernah padam," sebutnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita