RADAR JOGJA - Kompetisi Model United Nation (MUN) jadi momen bergengsi. Sebab peserta bisa berperan sebagai duta besar, atau diplomat suatu negara. Mereka bertugas merepresentasikan isu-isu global.
Pengalaman tersebut turut didapatkan oleh Jose Otto Ranier. Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM ini turut bersaing dan berprestasi di ajang tersebut.
"MUN jadi wadah merepresentasikan isu, meningkatkan kesadaran global, melatih cara berpikir secara kritis, hingga cara melobi," katanya Minggu (29/9/2024).
Disebutkan, perjalanan untuk menjadi anggota MUN tidaklah mudah. Sebelum mendaftarkan diri, dia belum terbiasa dengan public speaking dan membuat esai bertema politik. "Pada praktiknya peserta MUN itu didominasi oleh mahasiswa sosial humaniora," sebutnya.
Hal itu justru membuatnya lebih semangat dalam meningkatkan tingkat riset, grammar, dan cara berpikir kritis. Akhirnya, Jose terlibat sebagai anggota akademik United Nations Security Council (UNSC) untuk kompetisi MUN terbesar di Jogja. Atau lebih umum disebut sebagai Jogja International Model United Nations (JOINMUN).
Dalam konteks lain, Jose juga mendapat juara Best Position Paper. "Karya tulis saya diberi penghargaan terbaik dan Verbal Commendation, atau juara runner up ketiga pada debat di acara Udayana Model United Nations 2023," urainya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita