RADAR JOJGJA - Bidang kreatif utamanya film, jadi hal yang disukai Bagaskara Dwitya Bima Asmara. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UMY angkatan 2020 ini tidak hanya sebagai penonton. Tapi juga sebagai pembuat atau filmmaker.
Bagas menyebut, kesukaannya pada film makin terasah dan terfasilitasi saat kuliah. Apalagi dia juga tergabung dalam organisasi film bernama cinema komunikasi (CIKO) UMY.
Disebutkan, dari keterlibatan di CIKO UMY tersebut, Bagas banyak memproduksi film-film pendek. Selain itu, hal tersebut membawanya pada jejaring industri film yang lebih luas di Jogja.
"Selain CIKO, saya pernah magang di bagian arsip festival film dokumenter (FFD) selama tiga bulan pada 2023," katanya Rabu (25/9/2024).
Baru-baru ini, Bagas juga berhasil menorehkan prestasi baru di bidang film. Karya film dokumenternya berhasil lolos dan diputar di Malaysia pada 11 September lalu. "Berjudul Rela, atau judul Inggrisnya Three Parts of Life," tuturnya.
"Itu lolos di Kota Kinabalu International Film Festival (KKIFF) Malaysia, festival film yang sudah berumur 15 tahun," lanjutnya.
Saat dikonfirmasi, Bagas mengaku bidang perfilman tidak pernah dicita-citakannya. Sebab dia dulu berharap ingin menjadi polisi.
"Dulu pengen jadi polisi, tapi kurang memenuhi syarat karena tinggi badan tidak mencukupi," kelakarnya.
Baca Juga: PSS Sleman v Malut United, Misi Lanjutkan Tren Positif, Jaga Momentum dan Konsistensi
Sedangkan sekarang, dia ingin bekerja di industri media atau film. “Salah satunya ingin jadi jurnalis juga," lontarnya.
Saat ini, dia tengah berfokus untuk segera menyelesaikan pendidikannya. Menariknya, tugas akhir yang dikerjakan pun bukanlah skripsi konvensional pada umumnya. "Sekarang saya sedang proses untuk segera menyelesaikan skripsi dengan membuat karya film pendek fiksi, jadinya adalah skripsi karya," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita