RADAR JOGJA – Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja akan membuat langkah besar dengan beralih menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Peralihan status rencananya dimulai tahun depan.
Wakil Dekan I Fakultas Seni Rupa ISI Jogja Yulriawan mengungkapkan, perubahan status akan memberikan ISI Jogja lebih banyak kebebasan dalam mengelola keuangan. "Dengan status BLU, kami bisa mencari pendapatan sendiri tanpa bergantung pada dana pemerintah," kata Yulriawan pada Kamis (19/9).
Dia mengakui, ada tantangan dalam proses ini, termasuk kebutuhan untuk menarik jumlah mahasiswa yang cukup agar operasional tetap berjalan lancar. “Kami percaya dukungan pemerintah dan kerja sama dengan universitas lain akan mempermudah peralihan ini,” ucapnya.
Sebagai BLU, ISI Jogja juga dapat menerapkan sistem pembayaran yang lebih fleksibel untuk mahasiswa dan mengeksplorasi berbagai peluang usaha. “Seperti usaha sewa mobil, rumah sakit, hotel dan memanfaatkan fasilitas seperti studio, ruang, dan gedung. “Untuk mendukung berbagai kegiatan kampus,” ungkapnya.
Harapannya, perubahan status ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di ISI Jogja. Tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk mendukung transisi ini, ISI Jogja juga berencana mengurangi penggunaan dokumen cetak dan beralih ke sistem digital. “Untuk efisiensi yang lebih baik," tegasnya.
Menurutnya keseriusan perubahan status ISI Jogja menjadi BLU ditandai dengan penyerahan sejumlah dokumen ke Jakarta. "InsyaAllah tahun depan jadi BLU. Kita bisa cari uang sendiri tanpa harus minta kepada pemerintah," ungkapnya. (gun/pra)
Editor : Heru Pratomo