RADAR JOGJA -Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid, menginisiasi Kuliah Umum Kebudayaan (Tur Studium Generale) yang diselenggarakan di berbagai universitas di Indonesia.
Tur ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Direktur Jenderal Kebudayaan dalam memperkuat posisi kebudayaan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa.
Sebagai destinasi ketiga, Hilmar Farid mengunjungi dan memberi kuliah umum di hadapan para mahasiswa Pasca Sarjana UGM, di Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM, Jogja, Kamis (19/9). Tema yang diangkat yaitu "Masa Depan Cultural Administration and Cultural Policy di Indonesia".
Baca Juga: UKDW Gelar Pameran Fotografi Manurupa, Catatan Kecil tentang Manusia
Adapun terkait bagaimana sebaiknya administrasi dan kebijakan di bidang kebudayaan ke depan, Hilmar mengatakan, perlu ada advokasi pelayanan publik yang berbasis pelayanan masyarakat.
Melalui studium generale kebudayaan ini, Hilmar Farid berinteraksi langsung dengan akademisi, pelajar, serta komunitas lokal, untuk mendiskusikan isu-isu kebudayaan yang relevan serta mencari solusi bersama guna menghadapi tantangan kebudayaan di era modern.
Guna meningkatkan exposure dari acara ini di media sosial, diadakan kompetisi di media sosial Tiktok bagi peserta yang hadir dalam kuliah umum. Satu konten terbaik akan mandapatkan hadiah perjalanan ke cagar budaya pilihannya, di mana semua akomodasi ditanggung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan.