RADAR JOGJA - Mahasiswa S1 Psikologi UGM Alif Akbar Rifai banyak terlibat dalam berbagai program dan kegiatan terkait kesehatan mental. Dia aktif di lembaga swadaya masyarakat bernama Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia (LAKI) sebagai asesor dan staf di divisi Family-School-Community Program Development.
Selain itu, mahasiswa angkatan 2021 ini juga aktif menjadi pendamping psikologis atlet dengan disabilitas. Khususnya di cabang olahraga yang terdaftar di National Paralympic Commitee (NPC) DIY.
"Saya juga jadi researcher di program School Based Mental Health. Program ini punya misi mengadakan dan meningkatkan sistem kesehatan jiwa di lembaga pendidikan," bebernya Senin (16/9/2024).
Baca Juga: Bantul Hanya Miliki Tiga Madrasah Ibtidaiyah Negeri, Disebut Sudah Cukup
Rifai mengaku tertarik soal bagaimana kondisi kesehatan mental dalam lingkup keluarga. Terutama kesehatan mental para orang tua yang sedang melalukan pengasuhan pada anak mereka. “Yang merupakan digital natives atau anak yang terlahir di era modernisasi digitalisasi,” ungkapnya.
Tidak saja berfokus pada kesehatan mental orang lain, dia juga sangat peduli dengan kesehatan dirinya sendiri. Salah satunya adalah peningkatan kesehatan dari segi fisik. “Saya selalu sempatkan diri menjaga kebugaran fisik. Di pagi hari saya biasanya angkat beban di gym dan jogging sore hari," sebutnya.
Baca Juga: Mengenal Marwendhy Verisdatami Umbu Deta, Gagal Masuk UGM dan Berakhir di Unriyo
Rifai juga tertarik pada bidang psikologi olahraga. Menurutnya, banyak hal yang bisa didalami pada psikologi olahraga. "Dinamika atlet dengan rekan tim, pelatih, kompetitor, dan dirinya sendiri itu hal menarik yang terus ingin saya kulik," sebutnya.
Saat dikonfirmasi, Rifai memang berkeinginan untuk menjadi asisten psikolog olahraga. Juga menjadi praktisi psikologi di bidang klinis dan keluarga. "Keduanya memang bidang yang berbeda, tetapi saya berusaha untuk bisa memilih dan lakukan keduanya," lontarnya.
Saat ini, Rifai mengaku sedang berfokus pada beberapa hal. Termasuk, selama satu bulan ke depan, dia akan mendampingi kontingen atlet NPC DIJ di dua cabang olahraga. Yaitu Tenis Kursi Roda dan Goal Ball yang akan berkompetisi di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas). "Harapannya semua lancar dan mereka berhasil dapat medali dalam Peparnas 2024 di Solo nanti," harapnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita