JOGJA - Perundungan atau bully, baik yang dilakukan secara verbal atau fisik jadi hal yang harus terus digalakkan dan disosialisasikan. Utamanya, pada anak-anak yang belum sepenuhnya tahu soal definisi, hingga kategori bully itu sendiri.
Kampanye anti bully tersebut turut menjadi salah satu program kerja yang digagas oleh kelompok KKN 25 Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta, yang menyasar target sosialisasi anak-anak SD."Kami melaksanakan kampanye anti-bullying di SDN Plumbon, Kelurahan Plumbon, Kulon progo," kata ketua KKN 25 Unisa Muhammad Zainuri, Jumat (13/9).
"Kegiatan ini disambut positif. Total ada 39 peserta yang ikut sosialisasi, terdiri dari siswa dan guru," sambungnya.
Zainuri memaparkan, pihaknya juga memberi edukasi secara rinci mengenai pengertian bully, kategori atau jenis-jenis bully, serta dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
Baca Juga: Hasil Malut United vs Semen Padang: Duel Tim Promosi Dimenangkan Laskar Kie Raha
Ia menyadari, bahwa anak-anak SD tersebut memang cukup rentan untuk melakukan bully. Kadang, hal tersebut bukan karena diniatkan untuk membully, bisa juga dikarenakan faktor ketidaktahuan mereka. "Goals nya adalah, siswa bisa lebih memahami pentingnya menjaga hubungan baik dan menghormati satu sama lain," harapnya.
Sementara itu, salah satu guru SDN Plumbon Yuliana Trisnowati berujar bahwa materi antibully tersebut sangat relevan, dan memang penting untuk disampaikan kepada para siswa. "Tentu ini sangat penting, mengingat maraknya kasus bullying yang terjadi saat ini," ucapnya.
Lebih lanjut, tidak saja selesai dalam sesi sosialisasi, Yuliana berujar bahwa SDN Plumbon juga menyatakan komitmen menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. "Kami menggalangkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bully," tegasnya. (iza).
Editor : Heru Pratomo