JOGJA - Kekayaan intelektual (KI) jadi hal yang sangat penting untuk dipahami. Sebab KI bisa mengamankan hasil karya agar tidak dicuri atau diduplikasi orang lain. Dalam konteks pendidikan, KI juga sangat penting, karena bisa memberi pengamanan pada karya cipta akademik, ataupun karya berbasis praktik.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman civitas terhadap KI, Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UKDW menggelar workshop KI. "Tujuannya untuk peningkatan pemahaman serta optimalisasi pendaftaran kekayaan intelektual, khususnya hak cipta," sebut Kepala Centrino Haryo Dimasto Kristiyanto Rabu (11/9/2024).
Haryo menjabarkan, ada banyak sekali output karya tulis, baik dari dosen ataupun mahasiswa. Idealnya bisa mendapatkan perlindungan KI. "Salah satunya juga Buku Blok yang digunakan di Fakultas Kedokteran UKDW," sebutnya.
Baca Juga: Pawai Budaya SMPN 1 Jogja Berlangsung Meriah, Siswa Kenakan Berbagai Baju Adat Khas Indonesia
UKDW sendiri juga sudah memiliki platform yang bisa dimanfaatkan oleh civitas untuk mengurus KI pada karya-karya mereka. Yakni sistem informasi kekayaan intelektual (sikaia.ukdw.ac.id) dan telah berfungsi sejak awal 2024. "Kami undang seluruh tim penanggung jawab Blok FK UKDW, agar ke depannya bisa optimal memanfaatkan sikaia dalam pendaftaran hak cipta” ucapnya.
Baca Juga: Komitmen Wujudkan Inklusivitas, UKDW Rintis Unit Layanan Disabilitas
Pengembangan sikaia tersebut juga selaras dengan tupoksi Centrino. Yaitu mengatur dan mendukung proses hak atas kekayaan intelektual dan hak paten. "Kami proyeksikan sosialisasi ini akan menjadi agenda rutin dari Centrino, sebagai sentra KI kampus ke depannya," ungkapnya.
Baca Juga: Dua Kasus Penangkapan WNA di Tiga Bulan Terakhir, Kemenkumham DIY Perkuat Tim Pengawasan Orang Asing
Pemateri workshop KI Andi Maesara menuturkan, sampai dengan Agustus 2024, secara akumulatif UKDW telah memiliki 127 karya yang memiliki hak cipta. Cakupannya meliputi paten, merek, desain industri, hingga hak cipta.
"127 tersebut yang tercatat sejak 2020 silam. 46 persen di antaranya dicapai pada 2024 melalui platform sikaia ini," urainya.
Andi menyebut bahwa subjenis ciptaan modul, program komputer, buku, dan buku pelajaran menjadi karya yang paling banyak didaftarkan KI selama periode tersebut. "Fakultas Kedokteran sendiri cukup banyak berkontribusi, sejauh ini menyumbang sebesar 12 persen dari capaian hak cipta tersebut," ungkapnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita