RADAR JOGJA - Peningkatan literasi bagi siswa maupun mahasiswa terus digalakkan oleh banyak pihak. Salah satunya adalah toko Obral Buku Jogja (OBJ) dengan mengadakan bazar di berbagai kampus.
Tim OBJ Feri Taufik mengatakan, pihaknya secara rutin menggandeng sekolah hingga perguruan tinggi untuk mengadakan bazar buku di lingkup pendidikan. Seperti bazar buku yang saat ini berlangsung di Taman Pancasila, UNY. "Sejak 2-6 September, bazar seperti ini sudah beberapa kali kami lakukan di UNY," ungkapnya Rabu (4/9/2024).
Dalam praktiknya, bazar ini menggandeng Ekspresi UNY. “Yakni lembaga pers mahasiswa. Menurutnya, metode jemput bola dengan cara mendatangi kampus tersebut tidak saja berfokus untuk penjualan buku semata. Namun juga diniatkan sebagai peningkatan literasi di kalangan mahasiswa.
"Fokus dan komitmen kami juga untuk peningkatan literasi, karena sudah seharusnya para mahasiswa itu terliterasi," ungkapnya.
Disebutkan, bazar serupa sudah banyak dilakukan di berbagai kampus di DIJ. Selain di UNY, OBJ pernah menggelar bazar di UGM, UIN, UII, UAD, dan Alma Ata. "Cara ini sudah kami lakukan kurang lebih sejak empat tahun lalu," paparnya.
Soal buku yang ditampilkan dalam bazar, kategorinya beragam. Baik fiksi maupun non-fiksi, bertema umum, novel, self development, hingga komik. Total buku yang disediakan mencapai 3.500 dengan sekitar seribu judul. "Harganya variatif, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 150.000," bebernya.
Feri berharap, dengan adanya bazar tersebut, sedikit banyak bisa memantik minta baca dari para mahasiswa. Sebab, dia juga merasakan bahwa beberapa waktu terakhir, minat terhadap buku memang sudah agak menurun. "Harapannya metode ini bisa jadi habit, beli buku jadi hal yang normal seperti beli aksesoris, atau baju," lontarnya.
Sementara itu, mahasiswi UNY Alfi Azizah mengaku senang dengan adanya bazar di ruang publik tersebut. Dia merasa metode tersebut cukup efektif untuk menstimulus agar orang-orang mau datang. "Ini kan di ruang publik, jadi orang lewat bisa langsung mampir. Beda sama di mal atau toko buku, kita harus cari tempatnya atau sengaja meluangkan waktu ke sana," bebernya.
Lalu, faktor lain yang juga disukai Alfi dari adanya bazar buku adalah adanya promo. "Selain itu bisa nawar juga, beda kalau beli di toko buku atau mal, harganya sudah fix," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita