RADAR JOGJA - Sempat viral di media sosial kasus begal payudara yang terjadi di Selokan Mataram, Jalan Kabupaten Yogyakarta pada 11 Agustus 2024 malam, membuat korban menangis histeris kemudian pingsan. Kasus ini tidak cuma terjadi di Yogyakarta, tapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Maraknya pelecehan seksual seperti ini menjadi salah satu pendorong Kitabisa untuk menggelar kampanye SalingJaga Perempuan dan Voluntrip Kawanpuan di Yogyakarta, dengan misi mengajak masyarakat terus peduli pada isu kekerasan terhadap perempuan, khususnya yang berbasis online/KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online).
Bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Yogyakarta, kampanye SalingJaga Perempuan dan Voluntrip Kawanpuan kali ini tidak hanya mengajak peserta untuk berdiskusi dan membahas buku “Luka-Luka Linimasa” karya Kalis Mardiasih, tetapi juga mempraktikkan cara-cara untuk menyikapi KBGO dan mengantisipasinya.
Baca Juga: Dosen Ilmu Komunikasi UMY Suciati Sebut Etika dan Inisiatif Minim Dimiliki Para Mahasiswa Baru
Baca Juga: Mengenal Najwa Nur Awalia, Mahasiswi UGM yang Berhasil Meraih Juara 2 Pilmapres Nasional
Acara ini dihadiri oleh para pemengaruh di media sosial seperti penulis dan aktivis perempuan, Kalis Mardiasih, content creator dan penulis, Gita Savitri, Co-Founder dan CEO Kitabisa Vikra Ijas, Head of Partnership Kitabisa Fania Khamada, dan dimoderatori oleh penulis sekaligus VP of Brand Marketing Kitabisa Iqbal Hariadi.
Kalis Mardiasih, dalam buku dan acara ini menjelaskan perbedaan relasi kuasa secara luring (offline) maupun daring (online) yang berujung pada KBGO. Secara luring, relasi kuasa dapat berupa perbedaan fisik, jabatan, atau umur. Sementara pada relasi kuasa daring, pelaku tidak diketahui identitasnya. Hal ini yang membuat proses pengambilan keputusan atau penanganan menjadi pasif.
“Kegiatan ini jadi upaya untuk menjangkau lebih banyak audience agar lebih paham tentang isu perempuan. Karena korban KBGO bisa berasal dari berbagai kalangan dan usia, jadi upaya-upaya seperti ini harus lebih masif dilakukan” ujar Kalis Mardiasih.
Baca Juga: Berkelakuan Baik, 83 Narapidana Terima Remisi Kemerdekaan
Adapun, sebagai sebagai salah satu inisiator terbentuknya gerakan Kawanpuan, Gita Savitri sangat peduli dengan isu perempuan. Gita pun ikut menyampaikan pengalamannya dalam menghadapi kekerasan seksual, khususnya terkait KBGO.
“Saya berpikir kalo marah-marah di sosial media setiap liat kasus KBGO itu jadi gak produktif, itulah kenapa saya bergabung dengan kawanPuan untuk menyalurkan emosi dan kegundahan terhadap isu perempuan menjadi kegiatan dan kampanye yang positif” ujar Gitasav, saat menceritakan mengapa ia ikut menginisiasi kegiatan dan kampanye isu perempuan bersama Kitabisa.
Lebih lanjut, untuk menunjukkan bentuk konkret komitmen dalam menjaga perjuangan para pemerhati dan penggerak isu perempuan, Asuransi Kitabisa sebagai prgoram perlindungan jiwa terbaru dari Kitabsa memberikan apresiasi berupa asuransi SalingJaga untuk 500 orang para pejuang isu perempuan di Indonesia, dalam kegiatan ini diterima secara simbolis oleh Kalis Mardiasih.
“SalingJaga ini hadir untuk melindungi perjuangan teman-teman pejuang isu perempuan untuk punya jaring pengaman dalam setiap perjuangannya. Ini wujud apresiasi dan komitmen kami dalam mendukung isu-isu perempuan dan kemanusiaan lainnya” ujar CEO Kitabisa Vikra Ijas.
Editor : Heru Pratomo