JOGJA - Dosen killer merupakan sosok tenaga pendidik profesional yang dikenal sangat ketat dan memiliki standar tinggi dalam pengajaran dan penilaian kepada mahasiswa. Arwan Nur Ramadhan tersenyum saat mendengar istilah itu.
Dosen di Departemen Pendidikan Administrasi Bisnis Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNY ini, kemudian teringat insiden dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa waktu lalu. "Kalau istilah killer itu mungkin persepsinya apa, sering marah?," kata Arwan.
Bahkan saat di kelas dia mengaku sangat jarang marah. Apa lagi sampai menghukum atau yang lain kepada mahasiswanya. "Sangat jarang, bahkan tidak pernah," ucapnya.
Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa (PKKMB) baru UNY 2024 tersebut justru mengaku lebih suka berdiskusi dengan mahasiswa.
"Meberikan tutorial, pengalaman hidup. Kalau tidak penting banget, jarang juga memberikan tugas yang berat," ujarnya.
Bagi Arwan, tugas dipandang penting jika arahnya pengembangan skill keterampilan. Harapannya supaya mahasiswa bisa bertahan, dan beradaptasi di masa depan.
"Karena bisa jadi yang dipelajari sekarang akan berbeda kebutuhan dan kondisi pada lima atau sepuluh tahun kedepan saat memasuki usia kerja," ucap ahli bidang teknologi perkantoran, teknik informatika ini.
Kembali ke istilah dosen killer yang mungkin dialamatkan pada diri Arwan, dia meminta agar ditanyakan langsung kepada mahasiswanya. Pihaknya juga menegaskan bisa tampil humoris pada waktu yang tepat.
"Tergantung konteks bercandanya seperti apa. Saya mencoba menjaga juga untuk supaya bahan bercandaan tidak mengarah ke fisik," ucapnya.
Bahan lucu-lucuan sering dia pakai biasanya tidak jauh dari pengalaman hidupnya sendiri. Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNY 2023-2024 itu meyakini bisa membuat suasana pembelajaran di kelas tidak tegang. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika