JOGJA - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) secara konsisten terus menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi kampus inklusif. Serta menciptakan lingkungan kampus yang ramah penyandang disabilitas. Hal tersebut salah satunya tercermin dari Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka inisiasi pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Rektor UKDW Ing Wiyatiningsih mengatakan, keberadaan ULD jadi elemen penting dalam institusi pendidikan. Karena ULD memiliki peran dalam memastikan layanan yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.
"Fokus ULD UKDW nanti adalah kemandirian penyandang disabilitas, dan terbentuk budaya ramah disabilitas," katanya kemarin (13/8).
Dia menegaskan, perbedaan atau keragaman harus bisa dipahami secara komprehensif. Hal tersebut juga selaras dengan komitmen UKDW. "Yakni terus mengupayakan pendidikan inklusif berkelanjutan," sebutnya.
Wiyatiningsih berujar, implementasi nilai keberagaman tersebut juga tercermin dalam tagline kampus. Yakni Sustainable Entrepreneurial Research University (SERU).
"Harapannya ini bisa dilakukan oleh seluruh civitas akademika UKDW," harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset (WR 1) UKDW Rosa Delima memaparkan, rintisan ULD ini merupakan langkah nyata kampus untuk melayani mahasiswa dengan berbagai kebutuhan dan latarbelakang. "Disabilitas ini sangat luas, ada yang terlihat maupun tidak terlihat," lontarnya.
Disebutkan, ketika UKDW telah menunjukkan diri sebagai kampus inklusif, hal ini juga menjadi tanggung jawab secara moral. Salah satunya harus mempersiapkan diri dalam menerima teman-teman difabel dari berbagai spektrum.
"Kami akan terus berupaya mengkondisikan segala sesuatu, agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika