Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peduli Iklim dan Konservasi, Tim KKN UGM Tanam Mangrove di Banyak Wilayah Indonesia

Fahmi Fahriza • Minggu, 11 Agustus 2024 | 17:10 WIB

 

 

Tim mahasiswa KKN PPM UGM saat melakukan penanaman mangrove dan perilisan tukik di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.
Tim mahasiswa KKN PPM UGM saat melakukan penanaman mangrove dan perilisan tukik di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

JOGJA - Aspek konservasi dan peduli iklim jadi hal yang turut menjadi fokus program kerja (proker) KKN UGM periode dua tahun 2024. Banyak kelompok KKN melakukan agenda berbasis konservasi, utamanya kelompok yang diterjunkan di luar DIJ.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr Rustamaji mengatakan, salah satu kegiatan konservasi yang dilakukan adalah penanaman mangrove. Antara lain, dilakukan di Bunaken, Kupang, dan Batam.

"Kami mengirim 7.162 mahasiswa KKN ke 35 provinsi, sekitar 30 persen lokasi KKN berada di wilayah pesisir,"  katanya, Sabtu (10/8).

Rustamaji sendiri memantau langsung prosesi KKN di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Pada pelaksanaannya, KKN Bunaken melakukan penanaman mangrove hingga perilisan tukik sebagai bentuk kepedulian konservasi.

"Kami rilis 80 ekor tukik dan menanam ratusan bibit mangrove guna mendukung wisata bahari di Pulau Bunaken," sebutnya.

Menyoal penanaman mangrove, ia berharap hal itu bisa meminimalisasi abrasi dan menahan gelombang laut. "Ada beberapa titik penanaman dari mahasiswa dan Balai Taman Nasional sampai pertengahan Agustus nanti," sebutnya.

Ia berujar, kegiatan mahasiswa KKN selain untuk mendukung wisata bahari di Pulau Bunaken juga untuk menjaga keanekaragaman hayati di laut. Sebab keberadaan hutan mangrove dan konservasi terumbu karang mampu mendukung spot wisata snorkeling dan diving di Bunaken.

"Kami mau jaga aneka ragam hayati dan mata pencaharian masyarakat dari laut. Kami mau pertahankan sumber daya dan penghidupan mereka," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Faat Rudhianto menerangkan, program penanaman bibit mangrove dan pelepasan tukik ini adalah hasil kerja sama dengan mahasiswa KKN. Selain utu juga sebagai bentuk upaya konservasi berkelanjutan di wilayah taman nasional Bunaken.

Faat berujar, pihak Balai Taman Nasional secara rutin juga melakukan patroli telur penyu yang kemudian dilakukan penetasan semi alami. Bila dibiarkan di sarangnya, rawan dimangsa oleh predator. "Harus diamankan telur dan ditetaskan semi alami, lalu dipelihara dan dilepasliarkan," urainya.

Sementara untuk kegiatan penanaman mangrove sendiri, dilakukan akibat kawasan pesisir Pulau Bunaken sudah nampak terbuka karena berkurangnya hutan bakau. "Jadi harus dilakukan pemulihan ekosistem agar air laut tidak terlalu menghantam pantai dan tidak terjadi abrasi,"  paparnya.

Soal keterlibatan mahasiswa KKN PPM di Pulau Bunaken, Faat menyambut baik karena banyak proker yang mendukung kegiatan konservasi hutan dan terumbu karang di kawasan taman nasional. "Sejak awal sudah banyak melakukan konservasi lewat sosialisasi dan aksi nyata,"  terangnya.

Sementara itu, anggota KKN PPM Bunaken Kevin Samuelly berujar, selain penanaman mangrove dan konservasi penyu, pihaknya bekerja sama dengan pihak Taman Nasional Bunaken melakukan kegiatan transplantasi terumbu. "Penanaman mangrove upaya mendukung SDGs nomor 14 tentang ekosistem lautan dan 15 tentang ekosistem daratan," lontarnya.

Disebutkan, kelompok KKN PPM Bunaken ini juga ingin merayakan Hari Mangrove Sedunia. Meski sudah lewat tanggalnya, euforia dan suasananya masih terasa. Sekaligus juga untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Indonesia.

"Selama KKN ini kami memiliki target untuk dapat menanam 790 mangrove sesuai ulang tahun ke-79 Indonesia. Jenis yang ditanam Bruguiera gymnorhiza, Ceriops tagal, dan Rhizophora mucronata," tambahnya.

Pihaknya juga memberdayakan warga setempat untuk mampu mengolah sumber bahan makanan seperti pisang, sukun dan ikan untuk diolah menjadi makanan oleh-oleh bagi wisatawan. "Kita ajak warga kelola ikan jadi abon. Juga membuat keripik pisang dan sukun agar menjadi oleh-oleh khas Bunaken," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#KKN UGM #UGM #tanam mangrove