Jaket ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna kendaraan bermotor maupun pengguna sepeda saat terjadi kecelakaan.
Dilansir dari web Universitas Gajah Mada, Theophylus Yestra Pratama, salah satu pengembang J Force, menjelaskan bahwa jaket ini dilengkapi dengan kantong udara atau Air Cushion Restraint Safety yang berfungsi sebagai pelindung saat terjadi kecelakaan.
Kantong udara ini dapat diisi dan dikempiskan secara manual, layaknya tas vakum. Bahannya pun dipilih yang tidak mudah bocor, kuat terhadap benturan, dan nyaman dipakai.
Inovasi J-Force dilatarbelakangi oleh keprihatinan tim atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, khususnya pada pengendara motor.
Data Korlantas Polri menunjukkan bahwa pada tahun 2021, terjadi 103.645 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 25.266 korban jiwa dan kerugian materi mencapai Rp246 miliar.
Bima Aditya Putra, anggota tim lainnya, memaparkan bahwa J-Force dibuat dengan tiga lapis bahan untuk perlindungan maksimal.
Lapisan terluar anti air dan kuat terhadap gesekan, lapisan kedua berisi kantong udara pelindung, dan lapisan terdalam dibuat dengan bahan yang empuk, halus, dan kuat untuk kenyamanan pengguna.
Jaket ini tersedia dalam berbagai ukuran dan dapat dilipat saat tidak digunakan. Tersedia pula pilihan warna hitam yang kontras dengan lingkungan sekitar untuk meningkatkan visibilitas pengendara dan mengurangi risiko kecelakaan.
J-Force dipasarkan dengan harga Rp260.000 per unit dan dapat dipesan melalui akun Instagram @pkmkugm_jforces.
Para mahasiswa UGM ini berharap jaket J-Force ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keselamatan pengendara motor di Indonesia dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.