PPM ini diusung oleh Tri Wahyuni Sukesi, Surahma Asti Mulasari, bersama dengan tim yang terdiri dari Sulistyawati, Fatwa Tentama, Herman Yuliansyah, dan Lu’lu’ Nafiati.
Peserta yang hadir dalam PPM ini adalah kader jumantik di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman.
Dosen UAD, Tri Wahyuni Sukesi menuturkan PPM ini merupakan hasil kerjasama antara UAD dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping dan Puskesmas Gamping 1 Sleman .
"Selama pandemi Covid 19 masyarakat dan tim kesehatan fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid 19, di lain sisi ternyata kasus DBD mengalami kenaikan jumlah kasusnya.
Hal ini harus tetap menjadi kepedulian bersama bahwa penanganan pandemi dan penanganan DBD harus terus berjalan. Kegiatan kader jumantik juga terhenti selama pendemi Covid 19, menunjukkan bahwa pengendalian DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab kader jumantik dan tenaga Kesehatan saja, tetapi peran masyarakat sangat diperlukan,"katanya.
Tri menambahkan kader jumantik diberikan video promosi Kesehatan tentang pengendalian DBD yang bisa dilakukan di rumah seperti mengelola sampah khususnya sampah anorganik yang saat turun hujan dapat menampung air bersih dan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Sampah dari botol bekas, kaleng bekas, kemasan kemasan plastik, kresek dan lain sebagainya diubah menjadi ovitrap (alat perangkap telur nyamuk) dan membersihkan tempat tempat yang potensial menjadi tempat nyamuk bertelur.
"Harapannya dengan adanya pelatihan ini kader jumantik lebih mudah mengingatkan kembali peran masyarakat dalam mengendalikan DBD di rumah saja dengan membagikan video promosi Kesehatan pengendalian DBD di rumah saja,"katanya.(*) Editor : Editor News