Dampingi UMKM Tingkatkan Kualitas Produksi dan Pemasaran

Editor News • Dipublikasikan Rabu, 7 Juni 2017 | 07:13 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA- Tiga orang dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pengabdian masyarakatdi Kelurahan Rejowinangun untuk mendampingi UMKM Viea Craft Jogja.

Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan secara umum kepada ibu-ibu warga RT 50 RW 8 serta khususnya bagi kelompok kerja/ karyawan  UMKM Viea  Craft Jogja.

Sosialisasi program dan penjajagan permasalahan dimulai pada tanggal 30 Maret 2021 dilanjutkan dengan pendataan jenis produk pada tanggal 5 April 2021. Pendataan jenis produk akan digunakan sebagai materi pembuatan catalog produk yang berguna sebagai acuan pemesanan model produk.

Selanjutnya pada tanggal 12 dan 13 Juni 2021 dilaksanakan pendampingan manajemen dan pelatihan Digital Marketing oleh Endah Utami, bersama dua orang mahasiswa dari  Prodi Teknik Industri  yaitu Akhid Ahmad Dani dan Frendy Vega Adam Pradana.

Pelatihan ini dihadiri oleh para karyawan/ ibu ibu kelompok kerja yang sangat antusias dalam mengikuti pelatihan hingga selesai karena pelatihan ini merupakan hal yang baru dan sangat membantu dalam pemasaran produk.

Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berikutnya akan dilaksanakan pada bulan Juli oleh Isana Arum Primasari, dan Choirul Bariyah, yang akan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produksi melalui diversifikasi Produk, dan program ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DIJ, selanjutnya pembuatan website UMKM tersebut dengan harapan dapat membantu mempermudah komunikasi antara UMKM Viea  Craft Jogja dengan pembeli dalam melakukan pemesanan produk.

Dosen UAD, Endah Utami menuturkan UMKM ini mulai dirintis sejak pandemi Covid-19 dengan niatan untuk membantu masyarakat sekitar dalam menambah penghasilan keluarga di saat pandemi. Seiring berjalannya waktu membuktikan bahwa semakin banyak pemesanan produk yang dating bahkan sampai konsumen luar negeri.

"Kendala yang dihadapi adalah pemasaran produk di saat pandemic dimana adanya pemberlakuan PSBB sehingga menghambat pertemuan antara penjual dan pembeli.

Selain itu mereka juga membutuhkan inovasi produk karena model dan jenis produk yang dibuat hasil dari rekayasa sendiri setelah mengamati dari internet,"katanya.

Endah menambahkan, harapan dari tim program pengabdian dari UAD bahwa apa yang sudah diberikan kepada masyarakat dapat menjadi bekal dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh UMKM saat ini dan mendatang.

"Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam membuat inovasi produk dan digitalisasi pemasaran sehingga memudahkan komunikasi antara penjual dan pembeli serta meningkatkan performa usaha UMKM tersebut sehingga UMKM Viea Craft Jogja dapat berkembang lebih baik,"jelasnya.(*) Editor : Editor News