Ini mengingat rumah adalah madrasah pertama yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, dan adanya kurikulum di lembaga pendidikan seperti di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Terlebih, di dalam agama islam nilai-nilai integritas itu diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Suyitno, menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tentang pentingnya integritas dalam membangun budaya antikorupsi yang harus dilakukan sejak dini.
TPA memegang peranan penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah serta berkontribusi dalam pendidikan karakter.
"Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan Madrasah Integritas dan pendampingan penyusunan kurikulum Madrasah Integritas yang menyasar kepada guru atau pengajar dan wali Santri TPA se-Condongcatur Depok Sleman,"katanya.
Suyitno menambahkan, permasalahan korupsi yang kian merajalela, sebagian besar disebabkan lemahnya integritas seseorang.
Kurikulum tidak terlepas dari pengajar TPA sehingga perlu banyak dilakukan pendampingan dan pembinaan bagi pengajar agar mampu mengembangkan kurikulum yang memasukan unsur nilai-nilai karakter integritas di dalamnya.
"Pengajar dapat mengembangkan pembelajaran dengan memasukan unsur karakter oleh sebab itu, kemajuan atau kemunduran suatu bangsa banyak ditentukan oleh seberapa besar integritas yang dimiliki oleh sesorang terlebih para pemimpinnya.
Jadi, jika suatu negara dipimpin oleh pemimpin dengan integritas yang rendah maka dengan mudahnya akan melakukan penyelewengan kekuasaan demi kepentingan pribadinya.
"Faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi antara lain lingkungan keluarga yang mendukung, dan lingkungan sekolah yang kondusif maka perlu sosialisasi dan penyuluhan madrasah integritas untuk meningkatkan dan menambah dasar-dasar pengetahuan tentang nilai-nilai integritas," ujarnya.
Sementara itu, Dosen UAD Lisa Retnasari, menyampaikan bahwa dekadensi moral generasi muda bukan hanya cerita tetapi realita. Terkikisnya nilai-nilai positif seperti kejujuran berakibat melahirkan generasi koruptif.
Penanaman nilai-nilai integritas dilakukan melalui penyampaian materi dan pemutaran video nilai-nilai integritas.
Hal ini dilakukan agar santri TPA memahami nilai-nilai integritas sehingga mampu memahami pentingnya pendidikan integritas sejak dini.
Setiap TPA mempunyai kurikulum masing masing, namun perlu adanya kurikulum yang berintegrasi dengan Madrasah Integritas.
Padahal, nilai kejujuran mampu menumbuh kembangkan rasa percaya diri pada seseorang. "TPA hadir sebagai pendidikan non formal berbasis masyarakat yang mewadahi generasi penurus untuk mengasah berbagai kegiatan yang sarat akan nilai salah satunya adalah integritas," ungkapnya. (*)
Editor : Editor News