Kali ini, kegiatan pelatihan sekaligus pendampingan ini diberikan kepada Ibu-Ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi, Singkar 1, Wareng, Kabupaten Wonosari.
Ketua Tim PPM FTI UAD, Phisca Aditya Rosyady, didampingi anggota Safinta Nurindra Rahmadhia menuturkan, kondisi pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai sektor terutama ekonomi.
“Warga masyarakat di daerah merasakan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini adalah menurunnya penjualan mereka bagi yang berjualan atau bahkan ada yang kehilangan pekerjaannya” ujar Phisca Aditya Rosyady, melalui keterangan tertulis.
Dosen Teknologi Pangan UAD , Safinta Nurindra menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali UKM-UKM di Dusun Singkar 1 agar dapat mengembangkan produk olahan empon-empon, seperti ampas jahe yang biasanya dibuang saja namun bisa kita manfaatkan menjadi kue yang bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai pemateri digital marketing, Phisca Aditya menyampaikan bahwa materi ini sangat cocok bagi UKM yang ingin mengembangkan usahanya. “Terutama dalam kondisi seperti ini, saat pandemi Covid-19 memaksa kita untuk melakukan aktivitas secara online, dan teknologi yang tersedia juga sudah semakin canggih.” Tegasnya
Ellie selaku ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Dusun Singkar 1 sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Tim PPM FTI UAD membekali strategi tentang diversifikasi produk olahan empon-empon menjadi kue jahe dan pelatihan penjualan secara online.
“Dengan ilmu yang sudah didapatkan dari pelatihan, Ibu-Ibu bisa membuat kue jahe dari ampas jahe yang biasanya terbuang saja dan juga bisa memasarkanya melalui digital dengan mudah,” Pungkasnya. (*) Editor : Editor News