Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nadiem: Ijinkan Kuliah Tatap Muka, 793 Maba Instiper Ikuti Pembukaan Kuliah

Editor News • Kamis, 10 September 2015 | 22:58 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem  Anwar Anwar Makarim, menyebutkan bahwa perguruan tinggi yang ada di wilayah PPKM level 1 sampai 3 telah diijinkan untuk menyediakan opsi kuliah tatap muka terbatas. Sementara untuk wilayah yang masih di level 4 harus tetap menerapkan proses Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Hal tersebut ditindaklanjuti oleh sejumlah kampus di Kabupaten, salah satunya Instiper Yogyakarta dengan pembukaan kuliah mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022.

Rektor Instiper Yogyakarta, Harsawardana mengatakan ada 59 mahasiswa baru mengikuti kegiatan pembukaan kuliah dari Grha Instiper Yogyakarta, sedangkan mahasiswa yang lain mengikuti secara daring via platform Zoom Meeting dan Youtube.

Mahasiswa baru yang bisa mengikuti pembukaan kuliah secara luring adalah mahasiswa yang telah divaksin dan dapat menunjukkan hasil swab antigen negatif, serta telah berada di Jogjakarta.

"Kita menerima 793 mahasiswa baru yang terdiri dari 736 orang mahasiswa program Sarjana dan 57 orang mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan," ujarnya.

Direktur Pangan dan Pertanian Kementrian PPN, Bappenas, Anang Noegroho Setyo Moeljono berkesempatan mengisi kuliah umum pada kegiatan pembukaan kuliah. Tema yang diangkat, “Peranan Bidang Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan dalam Mendukung dan Menyukseskan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.

Anang mengajak seluruh generasi muda untuk memberikan aksi nyata untuk mewujudkan tujuan dari Sustainable Development Goals , Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terutama di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

“Pada saat ini dunia dihadapkan dengan permasalahan global yaitu perubahan iklim. Dampak dari perubahan iklim sangat dirasakan di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi untuk memanggulangi dampak buruk dari hal tersebut.

Peran generasi muda menjadi penting untuk dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan tersebut dengan berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi," kata Anang.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Maria Ulfah menjelaskan,  kegiatan ini menunjukkan kesiapan Instiper Yogyakarta untuk segera menyelenggarakan kuliah secara blended, jadi memadukan kuliah tatap muka dan kuliah daring. “Dengan demikian mahasiswa baru yang sudah mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan kuliah secara luring bisa mendapatkan gambaran bagaimana perkuliahan blended nantinya akan dilakukan jika izin dari pemerintah untuk tatap muka sudah diperbolehkan," jelas Maria Ulfah. (sky)

  Editor : Editor News