BANTUL – Pemkab Bantul menargetkan survei kepuasan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan pada awal bulan depan. Rencananya, survei tersebut menyasar seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) penerima program MBG di Bantul.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, hingga sekarang pemkab masih menyelesaikan parameter atau indikator yang akan digunakan dalam survei.
"Masih finalisasi parameter," ujar Hermawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin (27/10).
Salah satu parameter yang disiapkan adalah ketepatan waktu kedatangan makanan. Indikator tersebut menjadi bagian dari upaya pemkab untuk mengetahui pelaksanaan program MBG di sekolah secara langsung.
Baca Juga: Dinilai Efektif Tekan Sisa Makanan, Uji Coba MBG Prasmanan di DIY Dapat Respons Positif
Sebelumnya, Pemkab Bantul berencana melakukan survei untuk memetakan jumlah siswa yang tidak pernah menerima atau mengonsumsi MBG. Survei juga direncanakan untuk mengidentifikasi siswa yang secara permanen menolak makanan tersebut.
Data itu dibutuhkan untuk mengetahui kondisi nyata penerimaan MBG di sekolah. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemkab dalam menyampaikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Hermawan sebelumnya memperkirakan potensi makanan yang tidak termanfaatkan bisa mencapai ribuan porsi apabila setiap sekolah memiliki siswa yang secara permanen tidak mengambil MBG.
Ia melanjutkan, Bantul memiliki sekitar 360 SD dan 400 SMP. Jika setiap sekolah terdapat sedikitnya 10 siswa yang secara permanen tidak mengambil makanan, jumlah porsi yang berpotensi tidak termanfaatkan diperkirakan mencapai sekitar 4.000 porsi.
Baca Juga: Pemkab Bantul Usulkan MBG Prasmanan Satu Sekolah Dilayani Satu SPPG
Persoalan tersebut mencuat di tengah kebijakan penerimaan MBG di sekolah negeri yang pernah disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI. Saat itu, Sudaryono menyatakan sekolah negeri yang menerima program MBG pada prinsipnya harus menerima makanan untuk seluruh siswa.
Pemkab memandang data lapangan penting agar pelaksanaan program dapat dievaluasi berdasarkan kondisi nyata di sekolah, termasuk ketepatan distribusi dan penerimaan makanan oleh siswa.
Melalui survei, Pemkab Bantul menargetkan dapat memperoleh gambaran pelaksanaan MBG di seluruh SD dan SMP penerima program. (cr2/zam)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja