Hari Jadi PKBM Mandiri Bantul Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jawa Lewat Sesorah dan Kreasi Seni

Meitika Candra Lantiva • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:06 WIB
Lomba Sesorah dalam rangka HUT ke-27 PKBM Mandiri Bantul, Sabtu (17/10/2026). (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
Lomba Sesorah dalam rangka HUT ke-27 PKBM Mandiri Bantul, Sabtu (17/10/2026). (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)  
 

BANTUL – Lomba pidato menggunakan Bahasa Jawa atau Sesorah digelar dengan semarak di halaman Pusat Kegiatan Belajar Masyafakat (PKBM) Mandiri, Padukuhan Karen, Tirtomulyo, Kretek, Bantul pada Sabtu (17/10/2026).

Diikuti puluhan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Bantul.

Sesorah dengan tema “Santun Berbudaya, Hebat Berinovasi, Mandiri Berfikir” mengajak generasi muda untuk bersemangat dalam belajar dan  berinovasi, bijak dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi seiring perkembangan zaman.

Baca Juga: Pelatih Van Gastel Resmi Dipecat, Liana Tasno: Keputusan demi Keberlangsungan PSIM Jogja

Lomba sesorah menggunakan bahasa krama inggil. Dengan gaya busana khas Jawa, atasan lurik dan bawahan jarik.

Untuk peserta putri ada yang memakai gelungan rambut ada pula yang berhijab.

Untuk putra mengenakan udheng kepala.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak muda mengenal dan melestarikan budaya Jawa,” ungkap Kepala PKBM Mandiri Kretek Bantul Partini, Sabtu (17/10/2026).

Dengan lomba Sesorah maka siswa terpacu untuk berlatih mengenal Bahasa Jawa, contohnya mengenal beberapa tingkatan dalam Bahasa Jawa, ada bahasa krama halus dan krama inggil yang mulai jarang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Brajamusti dan The Maident Kompak Dukung Keputusan PSIM Jogja Pecat Pelatih Jean Paul Van Gastel

“Jangan sampai anak-anak lupa dengan budaya lokal dan bahasa sehari-hari Bahasa Jawa,” tambahnya.

Partini menjelaskan, kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-27 PKBM Mandiri Bantul.

Sesorah menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilombakan di setiap tahunnya.

Bukan hanya untuk tingkat SMP dan SMA sederajat saja, gelaran rutin dalam rangka mengenalkan budaya juga diikuti peserta  SD melalui lomba mewarnai.

SEMANGAT: Peserta lomba mewarnai wayang Punokawan dan Batik tampak antusias menyelesaikan kreasi terbaiknya, dalam rangka HUT ke-27 PKBM Mandiri Bantul, Sabtu (17/10/2026). (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
SEMANGAT: Peserta lomba mewarnai wayang Punokawan dan Batik tampak antusias menyelesaikan kreasi terbaiknya, dalam rangka HUT ke-27 PKBM Mandiri Bantul, Sabtu (17/10/2026). (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
 

Puluhan siswa-siswi antusias mengikuti lomba mewarnai wayang punokawan dan batik.

“Harapannya, mereka mengenal dan dapat membedakan karakter wayang mulai dari Punokawan dan motif batik. Selain itu mengajak siswa berkreasi memadukan warna hingga harmoni,” imbuh Dewan Juri Lomba Mewarnai Eko Suyanto.

Baca Juga: Brajamusti dan The Maident Kompak Dukung Keputusan PSIM Jogja Pecat Pelatih Jean Paul Van Gastel

Dalam perayaan hari jadi tersebut, juga dimeriahkan dengan pentas seni tari tradisional dan kreasi.

Pentas drama mengangkat tentang pendidikan bahwa sekolah itu tidak mengenal usia yang dibawakan oleh Seniman Jogja seperti Jumitri, Wintolo, Angger Sukisno dan Pursugi. (DOK PKBM Mandiri Bantul)
Pentas drama mengangkat tentang pendidikan bahwa sekolah itu tidak mengenal usia yang dibawakan oleh Seniman Jogja seperti Jumitri, Wintolo, Angger Sukisno dan Pursugi. (DOK PKBM Mandiri Bantul)
 

Kemudian unjuk gigi mengenal organ dalam manusia dengan berbahasa Inggris yang dibawakan oleh siswi SD, serta pentas drama mengangkat tentang pendidikan bahwa sekolah itu tidak mengenal usia yang dibawakan oleh Seniman Jogja seperti Jumitri, Wintolo, Angger Sukisno dan Pursugi.

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
PKBM Mandiri Bantul Lomba Sesorah Kreasi Seni bahasa jawa Hari Jadi