BANTUL - Suasana hangat dan penuh optimisme membuncah di Gedung SD MSUS, Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada Sabtu (17/10/2026). Hari itu menjadi momen bersejarah ketika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama pengurus BPH dan pimpinan sekolah secara resmi menekan tombol peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS).
Langkah strategis ini menandai komitmen kuat UMY dalam memperluas kontribusi bahagianya bagi dunia pendidikan di Yogyakarta. UMY tidak hanya ingin bersinar di jenjang perguruan tinggi. Kampus ternama ini kini melangkah mantap untuk membina generasi muda sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Keseriusan UMY dalam membangun lembaga pendidikan baru ini bukanlah gertak sambal semata. Persiapan matang telah berjalan intensif jauh-jauh hari. Salah satunya terlihat dari proses perekrutan tenaga pendidik yang sudah dimulai sejak dua bulan sebelum acara peluncuran.
Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan pentingnya kesiapan SDM ini dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa para guru pilihan sengaja disiapkan lebih awal agar sistem pembelajaran yang humanis dan berkualitas bisa langsung berjalan dengan mantap.
Keunggulan utama SMP MSUS terletak pada penerapan kurikulum dan sistem pendidikan berstandar Cambridge. Namun, Rektor UMY menggarisbawahi bahwa standar Cambridge di sekolah ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ujian internasional semata.
Baca Juga: Film “Ibuku” Raih Special Jury Prize di BIFF 2026, Eddie Cahyono Dedikasikan untuk Pekerja Migran
Penerapan standar internasional tersebut dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Kurikulum pembelajaran, perangkat mengajar, kompetensi guru, hingga sarana prasarana sekolah dirancang khusus agar memenuhi kualifikasi standar global Cambridge yang ketat.
Inisiatif luar biasa ini merupakan bentuk kepekaan UMY dalam merespons aspirasi para orang tua zaman sekarang. Saat ini, banyak keluarga mendambakan sekolah swasta yang mampu menyajikan pengelolaan serta layanan pendidikan di atas standar nasional.
Muhammadiyah memiliki modal kelembagaan yang sangat panjang dan berpengalaman di dunia pendidikan Indonesia. Pengalaman berharga ini menjadi fondasi kokoh bagi SMP MSUS untuk mencetak lulusan yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter Islam.
Wujud nyata pembangunan fisik sekolah ini pun akan segera dimulai dalam waktu dekat. Pembangunan gedung SMP MSUS dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 21 Oktober 2026 di lokasi strategis, Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman.
Baca Juga: 75% Warga Stres Tertekan Kebijakan Pemerintah, Pakar UMY Bongkar Masalah Komunikasi Prabowo-Gibran
Proses pembangunan fisik gedung diproyeksikan memakan waktu sekitar delapan hingga sembilan bulan. Pada angkatan pertamanya, SMP MSUS memasang target untuk menerima 90 murid baru yang siap melangkah menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Tidak berhenti di Sleman dan Bantul, kepedulian UMY juga menjangkau wilayah Kabupaten Kulon Progo. Berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo, UMY merencanakan pendirian sekolah berbasis pesantren di kawasan Wates.
Sekolah di Kulon Progo ini nantinya menggabungkan jenjang SMP dan SMA dengan sistem pondok pesantren. Kehadiran dua model sekolah ini membuktikan komitmen nyata UMY dalam menghadirkan pilihan pendidikan yang beragam dan berkualitas bagi masyarakat.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja