BANTUL - Ada cerita unik dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Kabupaten Bantul 2026. Dua pasangan suami istri sama-sama maju sebagai calon lurah dan harus berhadapan langsung dalam kontestasi. Hasil akhirnya pun serupa, kedua suami menang telak atas istrinya.
Di Kalurahan Bantul, Supriyadi yang maju sebagai calon nomor urut 1 meraih 4.722 suara atau 71,10 persen. Ia mengungguli istrinya, Tri Susilowati, calon nomor urut 2, yang memperoleh 1.924 suara atau 28,90 persen.
Persaingan suami istri juga terjadi di Kalurahan Temuwuh. Suratno, calon nomor urut 1, berhasil memperoleh 2.779 suara atau 70,20 persen. Sementara istrinya, Tri Budi Lestari, meraih 1.177 suara atau 29,80 persen.
Dengan hasil tersebut, dua kontestasi suami istri dalam Pilur Bantul 2026 sama-sama berakhir dengan kemenangan pihak suami.
Baca Juga: Halaman SD Negeri Purwosari Disulap Menjadi Kebun Pangan, 600 Galon Bekas Jadi Laboratorium Siswa
Kepala Bidang Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Bantul Wijayana membenarkan hasil perolehan suara di kedua kalurahan tersebut.
Fenomena pasangan suami istri yang berhadapan dalam Pilur turut menjadi perhatian DPRD Bantul. Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mengatakan pencalonan suami istri diperbolehkan karena tidak ada aturan yang melarang keduanya maju dalam kontestasi yang sama.
Namun, menurutnya, fenomena tersebut juga menjadi bagian dari pekerjaan rumah untuk meningkatkan kedewasaan politik masyarakat.
“Ya inilah yang sebenarnya menjadi PR kita bersama. Pendewasaan politik masyarakat kita ini yang sebenarnya harus selalu ditingkatkan,” ujar Jumakir.
Baca Juga: Optimistis 11 Juta Kunjungan Tercapai Tahun Ini, Dispar: WJNC 2026 Ditarget Raup 60 Ribu Wisatawan
Ia menilai pendidikan politik perlu diperkuat agar masyarakat semakin memahami proses demokrasi di tingkat kalurahan. Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui Kesbangpol, kapanewon, maupun pihak lain yang memiliki program pendidikan politik, termasuk pendidikan politik bagi perempuan.
“Nanti kita akan mendorong pemerintah kegiatan-kegiatan ini yang harus didukung untuk bisa lebih memberi pemahaman politik,” jelasnya.
Jumakir juga berharap masyarakat menjadikan visi, misi, dan program calon sebagai pertimbangan utama ketika menentukan pilihan.
“Tidak cuma hanya berpikir pragmatisnya, kan gitu. Ayo ini menjadi tujuan kita bersama,” tutupnya. (cr2)
Editor : Sevtia Eka Novarita