RADAR JOGJA – Peta kepemimpinan kalurahan di Kabupaten Bantul bakal mengalami perubahan setelah pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026.
Dari 30 kalurahan yang menggelar Pilur, sebanyak 16 kalurahan akan dipimpin lurah baru. Sementara 14 kalurahan lainnya tetap dipimpin petahana yang berhasil kembali meraih suara terbanyak.
Kepala Bidang Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Bantul Wijayana mengatakan, terdapat 24 petahana yang kembali mencalonkan diri dalam Pilur tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 14 petahana berhasil mempertahankan posisi setelah memperoleh suara terbanyak. Sebaliknya, 10 petahana harus mengakhiri upayanya untuk kembali memimpin kalurahan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Upacara, HUT TNI di Labuan Bajo Diwarnai Aksi Sosial
"Jadi dari 24 petahana yang maju kembali, ada 14 yang mendapat suara terbanyak. Kemudian ada 10 petahana yang tidak," ujar Wijayana saat ditemui di kantor DPMK Bantul, Senin (5/10).
Dengan hasil tersebut, 10 petahana dinyatakan gagal mempertahankan jabatannya. Pergantian kepemimpinan pun akan terjadi di 16 kalurahan yang menghasilkan pemenang baru.
Selain perubahan komposisi kepemimpinan kalurahan, pelaksanaan Pilur Bantul 2026 juga mencatat tingkat partisipasi pemilih sebesar 73,7 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Wijayana menilai angka tersebut tergolong cukup baik jika dibandingkan dengan tingkat partisipasi dalam berbagai pemilu maupun pemilihan secara umum.
"73,7 persen itu dari DPT. Kalau dibandingkan dengan angka-angka partisipasi pemilu atau pemilihan, secara umum angka seperti itu sudah termasuk baik," jelasnya.
Meski secara keseluruhan cukup tinggi, tingkat partisipasi pemilih ternyata tidak merata di seluruh wilayah Bantul.
DPMK Bantul mencatat adanya perbedaan antara wilayah perkotaan dengan kawasan perdesaan. Berdasarkan evaluasi awal, sejumlah wilayah di selatan Bantul justru mencatat tingkat kehadiran pemilih yang lebih tinggi.
Wijayana mencontohkan Kalurahan Panggungharjo dan Bangunharjo yang berada di kawasan perkotaan. Menurut dia, tingkat partisipasi di wilayah tersebut justru lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah di bagian selatan Bantul.
"Kalau seperti Panggungharjo, Bangunharjo, itu kan kawasan perkotaan. Malah angka partisipasinya lebih rendah bila dibandingkan dengan selatan," katanya.
Baca Juga: Liverpool Siap Lepas Federico Chiesa Januari, Tiga Klub Serie A Mengantre
Perbedaan tingkat partisipasi tersebut menjadi salah satu catatan yang akan dievaluasi setelah pelaksanaan Pilur serentak 2026.
Evaluasi diperlukan untuk melihat berbagai faktor yang memengaruhi minat masyarakat menggunakan hak pilih, sekaligus menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemilihan lurah berikutnya.
Editor : Bahana.