Komite MAN 2 Bantul Sebut Wali Murid Bebas Menentukan, Iuran Rp 4 Juta Bukan Nominal Wajib

Aris Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:00 WIB
LENGANG: Kondisi MAN 2 Bantul saat kegiatan belajar mengajar Kamis (1/10). Polemik permintaan dana pendidikan di sekolah ini senilai Rp 4 juta ramai diperbincangkan di media sosial. (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)
LENGANG: Kondisi MAN 2 Bantul saat kegiatan belajar mengajar Kamis (1/10). Polemik permintaan dana pendidikan di sekolah ini senilai Rp 4 juta ramai diperbincangkan di media sosial. (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)

BANTUL - Angka sekitar Rp 4 juta yang tercantum dalam rencana program pendidikan MAN 2 Bantul bukan nominal wajib yang harus dibayarkan wali murid. Komite madrasah menyebut angka tersebut merupakan rancangan kebutuhan program. Sedangkan besaran kontribusi diserahkan kepada kemampuan dan kerelaan masing-masing wali murid.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik permintaan dana pendidikan yang sebelumnya ramai di media sosial @moodpendidikan.co. Dalam unggahan tersebut, permintaan dana disebut bersifat sukarela, tetapi disertai nominal tertentu sehingga memunculkan kesan adanya tekanan kepada wali murid.

Ketua Komite MAN 2 Bantul Atmaturida menjelaskan, angka yang tercantum dalam dokumen merupakan akumulasi kebutuhan sejumlah program peningkatan kualitas pendidikan. Besarannya berbeda pada setiap jenjang kelas dan disesuaikan dengan jumlah siswa. Angka yang viral tersebut merupakan perhitungan untuk kelas XI. "Setiap tingkatan kelas nominalnya berbeda," kata Atmaturida saat ditemui di gedung PTSP MAN 2 Bantul Kamis (1/10).

Baca Juga: Perolehan Pajak Tambang di Kulon Progo Tak Sebanding dengan Kerusakan yang Dialami Daerah

Menurutnya, program tersebut mencakup kegiatan yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah, seperti les, kursus, dan pengembangan keterampilan. Setelah program disampaikan dan dibahas bersama, wali murid diberikan formulir kosong untuk mengisi nominal sesuai kemampuan dan kerelaan masing-masing.

Dari sekitar 585 wali murid kelas X hingga XII, sebanyak 193 telah mengembalikan formulir. Nominal yang dicantumkan bervariasi. Termasuk di bawah angka yang tercantum dalam rancangan kebutuhan.

Atmaturida menegaskan, program peningkatan kualitas pendidikan tetap berjalan meski persoalan tersebut ramai diperbincangkan. Apabila masih terdapat wali murid yang mempertanyakan mekanisme maupun penggunaan dana, komite meminta persoalan disampaikan langsung agar dapat dijelaskan berdasarkan data.

"Silakan langsung tanya kepada komite, tidak usah lewat mana-mana supaya penjelasan lebih langsung, konkret, dan ada datanya," ujarnya.

Baca Juga: 1,15 Juta Pekerja DIY Masih di Sektor Informal, MPBI Dorong Pemprov Perkuat Lapangan Kerja Formal

Kepala Sekolah MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati menyebut, variasi nominal dalam formulir menunjukkan angka sekitar Rp 4 juta bukan nominal yang harus dipenuhi seluruh wali murid. Dari formulir yang telah masuk, terdapat wali murid yang mengisi Rp 2 juta, Rp 1.250.000, maupun nominal lainnya.

"Kalau mau itu dipenuhi semua, memang rencana semuanya berjalan lancar. Tetapi tetap sesuai dengan kerelaan," ujarnya.

Nur menjelaskan, mekanismenya dimulai dari penyusunan program dan perhitungan kebutuhan anggaran oleh madrasah. Rancangan tersebut kemudian disampaikan kepada komite untuk diteruskan kepada wali murid. "Komitelah yang menyampaikan kepada orang tua. Itu pun komite juga tidak akan memaksa," katanya.

 

Kebutuhan tambahan tersebut berkaitan dengan sejumlah program pengembangan siswa, antara lain tata boga, tata busana, multimedia, otomotif, dan las. Madrasah juga menjalankan program peningkatan kompetensi teknologi informasi dan teknologi terapan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (PRODISTIK). "Dana BOS kita tidak cukup untuk mengakomodir itu semua," ujar Nur.

Menurut Nur, program tersebut turut menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran dan pendampingan siswa. Ia menyebut jumlah siswa yang mendaftar dan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga: PDAM Kulon Progo Diminta Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bumi Binangun

Pada 2024, dari sekitar 220 siswa, sebanyak 20 siswa mendaftar UTBK dan 12 diterima di PTN. Pada 2025, jumlah pendaftar UTBK meningkat menjadi sekitar 90 siswa dengan 49 siswa diterima di PTN. Sementara pada 2026, sebanyak 98 siswa mendaftar dan 53 di antaranya diterima di PTN.

Selain itu, pada 2024 dan 2025, MAN 2 Bantul disebut meraih juara 1 Madrasah Hebat tingkat Kabupaten Bantul. Pada 2024, salah satu guru juga meraih juara 1 ASN Excellent Kabupaten Bantul melalui inovasi pembelajaran Sistem Blok. (cr2/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
rencana program pendidikan MAN 2 Bantul KOMITE Iuran wali murid