BANTUL - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Jogja membuat pengendara harus berdiri lebih lama di atas kendaraan. Ditambah waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat setelah bekerja atau mempersiapkan aktivitas justru habis untuk menunggu giliran mengisi bensin.
Kondisi tersebut dirasakan oleh Yudhi Nur, pegawai swasta yang setiap hari harus menempuh perjalanan dari rumahnya dari Bangunjiwo Bantul menuju tempat kerjanya di Maguwoharjo.
Bagi Yudhi, antrean BBM yang mengular menjadi persoalan tersendiri setelah seharian bekerja. Setibanya di SPBU, ia masih harus menghabiskan waktu untuk menunggu kendaraan di depannya sebelum bisa mengisi BBM.
Baca Juga: IRS 2026 Piala Bupati Bantul, Pintu Masuk Atlet Muda Menuju Ajang Internasional
Saat ditemui di SPBU Sewon, Yudhi mengaku kondisi tersebut membuatnya lelah. Terlebih, antrean terkadang memanjang hingga ke jalan sehingga pengendara harus menunggu dalam waktu yang lebih lama.
Meski keberatan, Yudhi mengatakan dirinya tidak memiliki banyak pilihan. Ia tetap harus mengikuti antrean karena membutuhkan BBM untuk perjalanan pulang maupun berangkat kerja.
"Kalau mau beli Pertamax eman, udah bayar kecil harus beli Pertamax," keluh Yudhi sambil mengantre di SPBU Sewon, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: 2.676 Pelanggar KTR Terjaring di Malioboro Mayoritas Wisatawan, Kesadaran Warga Lokal Diklaim Tinggi
Persoalan waktu juga dirasakan Yudhi ketika mengisi BBM pada pagi hari. Antrean panjang membuatnya harus memperhitungkan waktu perjalanan lebih ketat karena ada risiko terlambat tiba di kantor.
"Kalau pagi mau ngisi juga kadang antreannya panjang. Takut terlambat masuk kantor, serba salah jadinya,” ujarnya.
Menurut Yudhi, kondisi tersebut semestinya dapat diantisipasi melalui pengaturan jalur pengisian BBM. Ia mempertanyakan mengapa jalur untuk Pertalite di sejumlah SPBU terkadang hanya dibuka satu atau dua jalur, sementara jalur lainnya masih ada yang sepi.
Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan solusi. Menurutnya, keluhan seperti yang ia rasakan kemungkinan juga dialami pengendara lain. "Mungkin banyak ya keresahan seperti saya ini, cuma tidak tersampaikan saja," tambahnya.
Baca Juga: 209 Atlet dari Empat Kabupaten dan Satu Kota se-DIY Adu Mekanik dalam Kejurda Esports DIY 2
Terpisah, saat dimintai keterangan terkait fenomena tersebut, Fuel Terminal Manager Rewulu Adhi Warsito memilih untuk tidak memberikan penjelasan secara langsung.
Ia meminta pertanyaan tersebut ditanyakan kepada bagian komunikasi dan relasi perusahaan (Komrel). "Ah kalau terkait ini nanti ke Komrel saja Mas ya, ada Mas Taufik ya terkait hal ini ya," ujar Adhi saat ditemui di Kantor Bupati, Senin (28/9/2026). (cr2)
Editor : Winda Atika Ira Puspita