Nguri-uri Budaya, 50 Warga Bangunharjo, Sewon, Bantul Ikuti Pelatihan Bahasa Jawa Krama Inggil

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 23:17 WIB
Para peserta pelatihan bahasa Jawa Kalurahan Bangunharjo saat berfoto bersama usai selesai melakukan pelatihan. (Foto Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Para peserta pelatihan bahasa Jawa Kalurahan Bangunharjo saat berfoto bersama usai selesai melakukan pelatihan. (Foto Rizky Wahyu/Radar Jogja) 

BANTUL - Mengikisnya penggunaan bahasa Jawa krama inggil di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Guna menjaga kelestarian budaya tutur yang adiluhung tersebut, sebanyak 50 warga setempat diterjunkan dalam Pelatihan Bahasa Jawa.

Lurah Bangunharjo Nur Hidayat menjelaskan, agenda pelatihan ini dibiayai melalui fasilitasi Dana Keistimewaan (Danais) lewat program Reformasi Birokrasi Kelurahan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas rasa keprihatinan terhadap penurunan minat generasi muda dalam bertutur kata menggunakan bahasa Jawa yang santun.

Baca Juga: Ada Lemari Kayu yang Lembab di SPPG, Hasil Penyelidikan Epidemiologi usai Keracunan di SMKN 2 Jogja

"Kami cukup prihatin karena generasi kita seolah-olah mulai melupakan atau kurang tertarik dengan budaya bahasa yang adiluhung ini."

"Melalui pelatihan ini, harapan besarnya kita bisa kembali nguri-uri kebudayaan yang sudah ada," kata Nur Hidayat saat penutupan di Pendopo Kalurahan Bangunharjo, Rabu (23/9/2026) malam. 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin (21/9) sampai Rabu (23/9) tersebut dibagi ke dalam dua kelas, di mana setiap kelasnya diisi oleh 25 peserta.

Tak main-main, materi pelatihan disampaikan langsung oleh jajaran narasumber berpengalaman dan praktisi pranatacara (pembawa acara pernikahan Jawa) terpercaya, seperti Priyanto Nur Pramono, Drs. Supoyo, Haryudi, serta Susjiwanto.

Baca Juga: Polisi Turun Cek Beras di Pasar Kebumen, Harga hingga Mutu Diawasi

Nur Hidayat juga mengatakan, pelatihan ini baru babak awal dari rangkaian program pelestarian budaya yang diusung Kalurahan Bangunharjo.

 Sebab ke depan, para peserta yang telah dibekali ilmu itu diharapkan mampu menjadi guru di lingkungannya masing-masing Dusun untuk menularkan pengetahuan tersebut kepada anak muda.

Tak berhenti di tingkat kalurahan, lanjut Nur Hidayat, pihak pemerintah Kalurahan Bangunharjo juga mendorong seluruh padukuhan agar menginisiasi kegiatan serupa secara mandiri.

"Kami berharap Pak Dukuh di 12 padukuhan di Bangunharjo bisa menggelar acara yang sama. Apalagi ada dana fasilitasi yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan tata cara bahasa Jawa maupun pranatacara ini," lontarnya. (ayu).

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Kromo inggil Sewon Bantul Kalurahan Bangunharjo krama inggil bahasa jawa