Pengadaan Perdana Dikpora Bantul Jadi Alasan Penyaluran Kain Seragam Gratis Siswa SD-SMP Molor

Aris Romadhon • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:30 WIB
SIMBOLIS: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menyerahkan kain seragam kepada siswa SMP Negeri 1 Bantul Senin (21/9). (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)
SIMBOLIS: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menyerahkan kain seragam kepada siswa SMP Negeri 1 Bantul Senin (21/9). (ARIS ROMADHON/RADAR JOGJA)  

BANTUL - Terlambatnya pembagian bantuan kain seragam sekolah gratis bagi 25.498 murid jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bantul akhirnya terungkap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengonfirmasi bahwa kendala utama molornya penyaluran disebabkan oleh skema pengadaan barang yang baru pertama kali dijalankan oleh dinas terkait.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengakui, keterlambatan ini menjadi catatan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Sebab, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul belum memiliki pengalaman birokrasi dalam mengelola pengadaan kain seragam secara massal sebelumnya. Atas keterlambatan tersebut, Halim turut menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para orang tua murid.

Baca Juga: Dua Bulan Warga Karangtengah Alami Kekeringan, Gandung Pardiman Bantu 50 Ribu Liter Air Bersih

"Karena ini pengalaman pertama kita dan dinas belum pernah melakukan pengadaan barang kain seragam seperti ini," ungkap Halim saat penyerahan kain seragam di SMPN 1 Bantul Senin (21/9).

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar proses pengadaan pada tahun berikutnya dapat dilakukan lebih awal. "Saya berharap kepada dinas pendidikan, untuk memperbaiki proses pengadaannya. Nanti yang tahun 2027 harus lebih baik proses pengadaannya dan ketepatan waktunya," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih menjelaskan, data penerima disusun berdasarkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di masing-masing satuan pendidikan. Baik sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga: Pendapatan Dipangkas Rp 132 M, Perubahan APBD 2026 Kabupaten Magelang Tetap Defisit Rp 181,3 M

"Untuk jenjang SD, kain seragam diperuntukkan bagi murid kelas 1 SD sebanyak 12.333 murid dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.142.205.000," ujar Titik.

Sedangkan untuk jenjang SMP dan MTs, program tersebut menyasar murid kelas 7 tahun ajaran 2026/2027. Jumlah penerimanya mencapai 13.165 murid dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.343.660.000. Dengan demikian, total penerima program pengadaan kain seragam mencapai 25.498 murid. Sementara total pagu anggaran yang disiapkan Pemkab Bantul mencapai Rp 4.485.865.000.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bantul Harjana menyebut, siswa baru kelas 7 berjumlah 320 orang mendapatkan seragam gratis. “Berupa satu stel putih biru ditambah bed," jelas Harjana. (cr2/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
pengadaan seragam gratis kain Dikpora Bantul Bupati Bantul Abdul Halim Muslih