Kunjungan Pasar Bantul Makin Sepi, Pemkab Hadirkan Rumah Hantu hingga Gerakkan ASN Belanja

Aris Romadhon • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:15 WIB
RAMAIKAN PASAR: Sejumlah ASN berbelanja di Pasar Bantul sebagai bagian dari gerakan ASN berbelanja di pasar tradisional. (Aris Romadhon/Radar Jogja)
RAMAIKAN PASAR: Sejumlah ASN berbelanja di Pasar Bantul sebagai bagian dari gerakan ASN berbelanja di pasar tradisional. (Aris Romadhon/Radar Jogja)  

BANTUL - Ada yang berbeda di lantai dua Pasar Bantul. Wahana rumah hantu hadir hingga malam hari, menjadi salah satu cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menarik kembali masyarakat ke pasar tradisional yang belakangan mengalami penurunan kunjungan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati mengatakan kunjungan ke Pasar Bantul diperkirakan turun sekitar 30 persen. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah pasar tradisional lainnya.

Baca Juga: Trauma dengan Degradasi, Dominikus Dion Ingin PSS Sleman Bangkit

Karena itu, pemerintah mencoba menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat membuat pasar kembali ramai, salah satunya wahana rumah hantu di lantai dua Pasar Bantul. "Beberapa inovasi di pasar memang sudah dilaksanakan. Ini upaya untuk tetap menghidupkan pasar-pasar tradisional yang ada," kata Fenty Jumat (18/9).

Menurut Fenty, penurunan kunjungan pasar dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat. Kini, warga memiliki banyak pilihan tempat berbelanja yang lebih dekat dengan permukiman. "Di beberapa tempat ada kios-kios kecil yang buka 24 jam. Ada juga pasar motor yang jalan keliling," ujarnya.

Kehadiran rumah hantu diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mendatangkan lebih banyak orang ke kawasan pasar hingga malam hari. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di dalam pasar diharapkan ikut bergerak.

Baca Juga: Tergabung di Grup Tengah,  Persiba Bantul Bidik Lolos ke Championship

Bagi pedagang, ramainya pengunjung menjadi hal yang sangat dinantikan. Siamti, pedagang yang telah sekitar 35 tahun berjualan di Pasar Bantul, mengatakan kondisi pasar tidak selalu ramai setiap hari.

Menurut dia, Sabtu dan Minggu biasanya menjadi waktu yang lebih ramai. Sebaliknya, pada Senin hingga Rabu, jumlah pembeli cenderung menurun. "Pernah sampai tiga jam itu diam saja. Enggak ada pembeli. Ada yang sampai ketiduran," ujar Siamti.

Ia pun menyambut positif berbagai upaya untuk kembali mendatangkan masyarakat ke pasar, termasuk gerakan aparatur sipil negara (ASN) berbelanja di pasar tradisional. Namun, ia berharap kegiatan tersebut dilakukan lebih sering agar dampaknya benar-benar dirasakan pedagang. "Kalau bisa itu seminggu dua kali," katanya. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul pasar bantul kunjungan rumah hantu pasar tradisional