BANTUL - Pemkab Bantul bersama Bulog menambah pasokan Minyakita di Pasar Imogiri, Kamis (17/9/2026) setelah 20 pedagang mengajukan permintaan tambahan menyusul kekurangan. Total permintaan mencapai 920 kardus untuk memenuhi kebutuhan pedagang sebelum stok mereka kosong.
Analis Perdagangan ZN Handayani mengatakan, pedagang di Pasar Imogiri dapat mengajukan permohonan tambahan pasokan ketika stok Minyakita mereka menipis. Pengajuan tersebut selanjutnya didata oleh pengelola pasar untuk diproses melalui Bulog.
Saat ini, terdapat 20 pedagang yang mengajukan permohonan pasokan Minyakita. Total permintaan dari para pedagang tersebut mencapai 920 kardus. “Masing-masing pedagang beda-beda, ada yang 46, ada yang 48 (kardus). Yang paling banyak itu 58 kardus,” ujar ZN Handayani kepada Radar Jogja, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Terancam Turun Satu Jabatan, Pejabat Sleman Gagal Tunjukkan Kemampuan Manajerial
Dia menjelaskan, mekanisme pengajuan pasokan dilakukan ketika stok Minyakita pedagang di pasar kosong atau habis. Pengelola pasar kemudian mendata pedagang yang berjualan minyak goreng untuk mendapatkan fasilitas pasokan Minyakita dari pemerintah.
Pedagang yang mengajukan juga harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Bulog. Di antaranya memiliki nomor induk berusaha (NIB), KTP yang jelas, email aktif, serta nomor HP. Email tersebut diperlukan untuk akses dan pelaporan Minyakita dari pemerintah yang merupakan bagian dari Domestic Market Obligation (DMO) melalui aplikasi SIMIRAH.
“Untuk pedagang baru, prosesnya membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui verifikasi Bulog. Diverifikasi apakah NIB-nya sudah sesuai atau belum, lalu email-nya aktif atau tidak untuk didaftarkan ke SIMIRAH, dan lain-lain. Itu membutuhkan waktu,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Keracunan Terus Berulang, Satgas MBG Sleman akan Lakukan Sidak pada Sepuluh SPPG Ini
Sementara, bagi pedagang lama yang datanya sudah terdaftar di Bulog, proses pengajuan hingga pasokan diproses membutuhkan waktu lebih cepat. “Artinya data tersebut sudah masuk ke Bulog dari kemarin-kemarin, prosesnya cepat, satu minggu langsung diproses,” jelasnya.
Kendati begitu, proses distribusi tetap menunggu jadwal antrean armada Bulog. Sebab, sasaran pelayanan Bulog tidak hanya melayani wilayah Bantul melainkan seluruh DIY.
Adapun, harga Minyakita dari Bulog sampai ke lokasi pasar sebesar dibanderol Rp 14.500 per liter. Sementara harga eceran tertinggi (HET) di pasar ditetapkan maksimal Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Seru! Jelajah Kotabaru Heritage Festival Hadirkan Sensasi Berbeda Nonton Film di Atas Becak
Pasar Imogiri merupakan salah satu pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan. Setiap hari, admin Pasar Imogiri menyampaikan laporan perkembangan harga melalui aplikasi SP2KP sebagai bagian dari pengendalian harga kebutuhan pokok di pasar. (cr2/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita