Pilur 30 Kalurahan di Bantul Dipastikan Tanpa Kotak Kosong, Dewan: Hindari Kampanye Hitam

Aris Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:00 WIB
Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir. (Aris Romadhon/Radar Jogja)
Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir. (Aris Romadhon/Radar Jogja)

BANTUL - Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Bantul dipastikan tidak akan menghadirkan pilihan kotak kosong. Sebanyak 30 kalurahan yang tersebar di 17 kapanewon kini telah memiliki sedikitnya dua bakal calon lurah.

Ketua Komisi A DPRD Bantul Jumakir mengatakan, sebelumnya masih terdapat tiga kalurahan yang baru memiliki satu pendaftar. Namun, jumlah pendaftar di ketiga kalurahan tersebut kini telah bertambah. “Yang kemarin ada tiga kalurahan itu satu-satu, sekarang sudah jumlah dua,” ujar Jumakir kepada Radar Jogja, Rabu (16/9).

Baca Juga: Korban dan Tiga Saksi Kekerasan Seksual di Sleman Diintimidasi, Minta Perlindungan ke LPSK

Dengan bertambahnya jumlah pendaftar tersebut, seluruh kalurahan yang mengikuti Pilur serentak kini telah memenuhi jumlah minimal bakal calon.

Menjelang tahapan kampanye, Jumakir mengingatkan para calon lurah agar mengedepankan kampanye yang santun. Dia meminta kandidat tidak menggunakan kampanye hitam maupun cara-cara yang berpotensi memicu perselisihan di tengah masyarakat. “Dan kita berharap jauhi money politics,” tegasnya.

Jumakir menilai politik uang justru berpotensi menjadi beban bagi lurah yang terpilih. Terlebih, dia menyinggung adanya aturan terbaru mengenai penghasilan lurah pada 2027 yang disebut berpotensi mengalami penurunan.

Baca Juga: Puskesmas Temon 2 Lakukan Penelusuran Gejala usai Kasus Keracunan MBG di MTs Maarif

Menurutnya, biaya besar yang dikeluarkan selama proses pemilihan jangan sampai justru menjadi beban setelah calon terpilih dan mulai menjalankan tugas sebagai lurah. Apalagi, kemampuan anggaran kalurahan juga dinilai terbatas.

Karena itu, Jumakir berharap masyarakat tidak melihat calon lurah hanya dari keuntungan sesaat. Pemilih diminta mencermati visi, misi, serta program unggulan yang ditawarkan masing-masing calon.

“Masyarakat perlu mengenali calon sebelum menentukan pilihan. Salah satunya dengan memahami program kerja yang ditawarkan untuk masa jabatan ke depan,” ujarnya.

Selain politik uang, Jumakir juga mengingatkan para calon agar tidak menjadikan kekurangan pribadi kandidat lain sebagai bahan untuk saling menjatuhkan. Menurutnya, persaingan dalam Pilur seharusnya diarahkan pada adu gagasan dan program kerja.

“Kita berharap kepada calon-calon itu yang diutamakan adalah mereka dalam penyusunan visi misi dan program kerja ini yang memang yang terbaik untuk kalurahan masing-masing,” pungkasnya. (cr2)

Editor : Sevtia Eka Novarita
pemilihan lurah (pilur) Calon Lurah kalurahan pilur Bantul