BANTUL - Penyaluran bantuan beras di Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul kemarin (15/9), tidak sepenuhnya berpatokan pada angka desil data pusat. Pemerintah kalurahan setempat memilih mengutamakan kondisi riil di lapangan guna memastikan warga yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan haknya.
Kamitua Kalurahan Tirtonirmolo M Nur Amin mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan beras berdasarkan daftar by name by address (BNBA) dari pemerintah pusat untuk 3.223 keluarga penerima manfaat. Setiap penerima mendapatkan alokasi 30 kilogram beras atau tiga karung.
Baca Juga: Full Pedestrian Malioboro Belum Tentu 24 Jam, Pemprov DIY Hitung Ulang Waktu Bebas Kendaraan
Kendati demikian, Amin mengakui adanya celah antara data desil dan fakta di lapangan. Pihaknya memberikan kebijakan untuk tetap mendistribusikan bantuan kepada warga kurang mampu meski tercatat memiliki angka desil tinggi dalam data pusat. "Kalau dia desilnya tinggi tapi secara fisik dia tidak mampu dan di BNBA itu ada, ya tetap kita kasihkan," tegas Amin Selasa (15/9).
Kebijakan tersebut diambil dengan mengoptimalkan peran rukun tetangga (RT) dan dukuh guna memotret kondisi riil warganya secara langsung. Penilaian faktual ini dinilai lebih adil agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar kesulitan.
Dalam pelaksanaannya, Kalurahan Tirtonirmolo bertindak sebagai fasilitator penyaluran dan membantu proses administrasi. Proses pendistribusian ini juga melibatkan tim Bulog yang mengawal verifikasi data secara ketat.
Baca Juga: Tradisi Selama Musim Kemarau, Warga Padukuhan Kemaras Kulon Progo Rela Sedot Selang demi Air Bersih
Setelah undangan didistribusikan dan warga hadir, proses pencairan dilengkapi dengan mekanisme validasi modern. Para penerima wajib melakukan tanda tangan serta verifikasi menggunakan biometrik foto barcode. “Sudah ada aplikasinya, dan yang operatornya dari tim Bulog,” ucapnya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita