BANTUL - Tujuh gunungan tersebut diarak dalam kirab budaya yang diikuti sekitar 1.000 warga dari enam RT. Enam gunungan dibuat oleh masing-masing RT, sementara satu gunungan lainnya berasal dari sekolah dasar (SD) di Kategan.
Usai diarak, gunungan kemudian diperebutkan warga. Hasil bumi yang sebelumnya ditata dan dihias dengan penuh ketelitian itu seketika menjadi rebutan. Riuh warga mewarnai prosesi yang menjadi salah satu bagian paling dinanti dalam Merti Dusun Kategan.
Bagi masyarakat Kategan, gunungan bukan sekadar pelengkap kirab. Hasil bumi yang disusun menjulang itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar kehidupan warga semakin makmur.
Tak hanya gunungan, sosok Dewi Sri turut hadir dalam kirab. Figur tersebut menjadi simbol kemakmuran dan lekat dengan kehidupan masyarakat yang masih menjaga hubungan dengan hasil pertanian.
Baca Juga: Dua Kali Kalah di Awal Kompetisi, Huistra: PSS Harus Cepat Adaptasi dengan Kerasnya Super League
Panitia acara merti dusun Yulianto mengatakan, tradisi merti dusun di Kategan telah berlangsung lebih dari satu dekade. Awalnya, kegiatan tersebut hanya berupa sedekah bumi yang dilakukan masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi hajatan rutin masyarakat dan digelar setiap tiga tahun sekali. "Sudah jadi hajatan rutin per tiga tahun," ujar Yulianto Minggu (13/9).
Menurut Yulianto, kemeriahan merti dusun tak lepas dari gotong royong warga. Seluruh rangkaian kegiatan disiapkan melalui swadaya masyarakat, dengan sedikit dukungan dari pemerintah. "Ada sedikit bantuan juga dari dinas kebudayaan," katanya.
Yulianto berharap, tradisi merti dusun terus dipertahankan. Bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai cara warga Kategan menjaga kerukunan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Baca Juga: Prediksi Skor Real Sociedad vs Atletico Madrid di La Liga, Los Rojiblancos Ingin Bangkit
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kekompakan warga Kategan. Menurutnya, kerukunan dan kebersamaan merupakan modal penting dalam membangun sebuah wilayah.
Pelaksanaan merti dusun dan kirab budaya, kata Abdul, menjadi salah satu bukti nyata semangat golong gilig warga Kategan. "Tidak egois, mau mendengarkan pendapat orang lain, bersinergi, berkolaborasi, saling menolong, dan saling mendukung," ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut dapat menjadi kekuatan warga untuk membangun Kategan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sarana prasarana hingga kebudayaan. “Karena itu, kerukunan dan kekompakan harus terus dijaga sebagai syarat utama kemajuan Kategan,” pesannya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita