Galang Dana Rp 812 Juta lewat Konser Amal, Musisi Jogja Salurkan Bantuan Korban Bencana NTT

Aris Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:53 WIB


SIMBOLIS: Penyerahan hasil penggalangan dana korban bencana NTT dan Kalimantan dari musisi NDX AKA sebagai perwakilan Musisi Jogja Peduli kepada Bupati Bantul di Joglo Songo, Kauman, Gilangharjo, Bantul, Kamis (10/9/2026). Aris Romadhon/Radar Jogja
SIMBOLIS: Penyerahan hasil penggalangan dana korban bencana NTT dan Kalimantan dari musisi NDX AKA sebagai perwakilan Musisi Jogja Peduli kepada Bupati Bantul di Joglo Songo, Kauman, Gilangharjo, Bantul, Kamis (10/9/2026). Aris Romadhon/Radar Jogja

BANTUL - Gerakan Musisi Jogja Peduli menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan dari hasil penggalangan dana yang mencapai sekitar Rp 812 juta. Sebanyak tiga truk bantuan, di antaranya berisi 18 ton beras, 1.000 selimut, dan berbagai kebutuhan pokok, diberangkatkan secara simbolis, Kamis (10/9/2026).

Salah satu personel NDX AKA Yonanda Frisna Damara atau yang akrab disapa Nanda NDX menyampaikan, nominal bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun melalui konser amal yang sebelumnya digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada Selasa (1/9/2026). Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 812 juta.

"Alhamdulillah mulai hari ini sudah kita belanjakan sebagian," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Siswa SDN 1 Sumberagung Bantul Tetap Ikuti Lomba Pakai Popok

Bantuan yang diberangkatkan secara simbolis tersebut terdiri atas 18 ton beras, 1.000 selimut, 1.000 handuk, 100 terpal, 250 kaos Musisi Jogja Peduli, 1.000 sarden, 850 biskuit bayi Regal, 1.000 biskuit dewasa, 640 susu kental manis, serta 370 hood pusat baret. "Tiga truk hari ini secara simbolis sudah kita berangkatkan menuju NTT," ujarnya.

Ia mengatakan, kebutuhan bantuan lainnya akan disesuaikan dengan kondisi di lokasi dan berencana membeli sejumlah kebutuhan pokok secara langsung di daerah terdampak agar bantuan yang diberikan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat. “Kebutuhan pokok lainnya akan kita belikan secara mendadak di sana," jelasnya.

Nanda menegaskan, berkomitmen menjaga transparansi penggunaan dana hasil donasi. Laporan mengenai pemasukan dan pengeluaran dana tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik. "Secara keuangan transparansi akan kita share keluar masuk uang hasil donasi ini," terangnya.

Baca Juga: Uneg-Uneg Kepala Daerah: Otonomi Makin Sempit, Jakarta Makin Jauh

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi para musisi Jogja yang telah menggalang dana dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah di NTT dan Kalimantan. "Tentu ini hal yang sangat membanggakan kita sebagai warga Bantul dan warga DIY," ujarnya dalam pemberangkatan bantuan di Joglo Songo, Kauman, Gilangharjo.

Halim menambahkan, kepedulian terhadap aksi kemanusiaan juga menjadi bagian dari karakter masyarakat DIY. Ia menyebut pada 2016, Mensos saat itu pernah melakukan survei terkait relawan kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia. "Hasilnya bahwa DIY itu daerah relawan kemanusiaan terkuat di Indonesia," katanya. (cr2/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
salurkan bantuan Galang Dana Konser Amal Musisi Jogja ndx aka