Disdikpora Bantul Targetkan Revitalisasi 114 Sekolah Rampung Desember

Aris Romadhon • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB
RAMPUNG REHABILITASI: Gedung kelas 1 dan UKS yang masuk dalam program revitaslisasi di SD Balong yang telah selesai diperbaiki Rabu (9/9). (Aris Romadhon/Radar Jogja)
 
RAMPUNG REHABILITASI: Gedung kelas 1 dan UKS yang masuk dalam program revitaslisasi di SD Balong yang telah selesai diperbaiki Rabu (9/9). (Aris Romadhon/Radar Jogja)  

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan revitalisasi 114 sekolah dan lembaga pendidikan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026. Program tersebut mencakup 17 SMP, 36 SD, serta 61 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Titik Sunarti Widyaningsih mengatakan, seluruh sekolah dan lembaga yang menjadi sasaran revitalisasi telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pekerjaan dimulai setelah dana diterima masing-masing sekolah atau lembaga.

Karena waktu penerimaan dana dan penandatanganan PKS berbeda, progres pembangunan di setiap sekolah hingga Agustus juga tidak sama. Namun, seluruh pekerjaan tetap diarahkan selesai sesuai tenggat yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pelaku Pelecehan Seksual Anak Hanya Dituntut 1,5 Tahun, Ibu Korban: Tuntutan Jaksa Terlalu Ringan

“Pekerjaan meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, UKS, toilet, sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah,” ujar Titik Rabu (9/9).

Titik menjelaskan, sebagian pekerjaan ditargetkan selesai pada Oktober dan sebagian lainnya pada November. Secara keseluruhan, seluruh revitalisasi harus tuntas paling lambat pertengahan Desember, dengan waktu penyelesaian menyesuaikan tanggal PKS masing-masing sekolah atau lembaga.

Jenis pekerjaan yang dilakukan juga berbeda-beda. Kebutuhan setiap sekolah disesuaikan dengan menu yang tercantum dalam aplikasi program revitalisasi. Dengan demikian, tidak semua sekolah mendapatkan jenis pembangunan maupun rehabilitasi yang sama.

 Baca Juga: Dilaporkan Hilang usai Cari Kerja, Penyandang Disabilitas asal Magelang Ditemukan di Bandung 

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, pelaksanaan revitalisasi mendapat pendampingan tim teknis yang terdiri atas perencana, fasilitator, dan pengawas. “Diharapkan sudah tidak terjadi kendala karena melalui tahapan perencanaan yang didasarkan juknis dan panduan revit dari direktorat,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi lebih cepat. Salah satunya SD Balong, Sewon yang progres pembangunannya telah mencapai 100 persen.

Tim Pelaksana Pembangunan SD Balong Jepri mengatakan, sekolah kini tinggal menyelesaikan administrasi dan laporan kepada pihak revitalisasi. Bantuan revitalisasi yang diterima SD Balong sebesar Rp 418,357 juta. Dana tersebut digunakan untuk sejumlah pekerjaan, antara lain perbaikan ruang kelas 1, perpustakaan, UKS, pagar, dan selasar. “Seluruh kebutuhan fasilitas yang masuk dalam program revitalisasi telah terpenuhi sesuai anggaran yang diterima sekolah,” bebernya.

Pembangunan di SD Balong mulai dikerjakan pada Juli 2026. Sebelumnya, sekolah menjalani tahapan pengusulan dan bimbingan teknis sekitar tiga minggu sebelum pekerjaan dimulai. “Pengajuan sekitar bulan Mei-Juni, dikerjakan Juli,” katanya. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Kabupaten Bantul Disdikpora bantul revitalisasi Bantul Sekolah