Antrean Mengular Sejak Pagi, Big Bad Wolf (BBW) Yogyakarta Resmi Dibuka, Hadirkan 2 Juta Buku di JEC

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:27 WIB

 

BORONG BUKU: Satu Dekade Big Bad Wolf di Yogyakarta, Mengabarkan Semangat Literasi Lewat 2 Juta Buku di JEC (3/9/2026). (iwa ikhwanudin/Radar Jogja)
BORONG BUKU: Satu Dekade Big Bad Wolf di Yogyakarta, Mengabarkan Semangat Literasi Lewat 2 Juta Buku di JEC (3/9/2026). (iwa ikhwanudin/Radar Jogja)

 BANTUL - Bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW) kembali menyapa para pecinta buku di Yogyakarta. Sejak pagi hari, antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi hingga memicu antrean panjang sebelum area pameran resmi dibuka.

Para pengunjung yang kerap disapa Wolfies ini bahkan sudah memadati lokasi acara jauh sebelum jadwal operasional dimulai. Fenomena tersebut menegaskan betapa besarnya kerinduan masyarakat terhadap ajang pameran buku skala besar di Kota Pelajar.

Country Director Big Bad Wolf Indonesia, Martius Wandi Budianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat publik Yogyakarta. Pihaknya mengaku terkesan dengan ketabahan para pengunjung yang rela datang lebih awal demi berburu bacaan favorit.

Meskipun panitia telah menggeser jam buka menjadi pukul 09.00 WIB untuk mengurai penumpukan, para pembaca setia ternyata tetap tiba sejak subuh. Semangat ini menjadi bukti nyata tingginya minat baca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Momentum kehadiran BBW kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan satu dekade kiprah pameran buku tersebut di Indonesia. Perjalanan sepuluh tahun ini menjadi tonggak sejarah penting dalam mengampanyekan budaya membaca di tanah air.

Baca Juga: PSSI Argentina Akan Hentikan Semua Pertandingan pada Menit Ke-10 untuk Hormati Lionel Messi

Untuk memanjakan para pengunjung, pameran yang berlangsung pada 3-13 September 2026 ini menyiapkan lebih dari 2 juta eksemplar buku. Pasokan bacaan ini dipastikan akan terus diperbarui secara berkala selama gelaran pameran berlangsung.

Pengunjung tidak perlu khawatir akan kehabisan pilihan karena stok buku di ruang penyimpanan siap dikeluarkannya setiap hari. Kehadiran koleksi yang selalu berganti memastikan setiap kunjungan menyajikan pengalaman dan temuan judul yang berbeda.

Selain menghadirkan pameran belanja, BBW Indonesia juga menjalankan misi sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penyerahan donasi buku secara simbolis dilakukan kepada Yayasan Putro Budi Wijoyo sebagai wujud dukungan terhadap akses pendidikan.

Baca Juga: Manchester United Pinjamkan Chido Obi ke Klub Nathan Tjoe-A-On, Willem II

Pemerintah Daerah DIY menyambut positif gelaran pameran buku ini. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DIY, pemerintah mengapresiasi kontribusi BBW dalam memperkuat ekosistem perbukuan serta merawat tradisi literasi daerah.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DIY, Zulfa Kurniawan, menegaskan pentingnya dampak nyata dari setiap kegiatan literasi. Menurutnya, mengukur keberhasilan literasi kini berorientasi pada perubahan kualitas hidup masyarakat.

Sinergi antara penyelenggara bazar, pemerintah daerah, dan komunitas literasi diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan formula pengembangan literasi yang terukur dan berdampak luas.

Mengusung misi besar mengosongkan kebodohan, gelaran BBW 2026 membawa pesan bahwa satu buku mampu memicu perubahan besar. Dari pemahaman yang tumbuh lewat bacaan, diharapkan lahir masyarakat Yogyakarta yang semakin cerdas, berbudaya, dan sejahtera.

Terkait maraknya fenomena jasa titip atau jastip yang sempat menjadi bahan perbincangan, pihak penyelenggara memberikan pandangan yang terbuka. Penyedia jastip dinilai tetap merupakan bagian dari konsumen yang bernilai positif. Kehadiran mereka justru dinilai sangat membantu menjangkau kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses langsung ke lokasi pameran.

Jasa titip menjadi jembatan bagi komunitas ibu-ibu sekolah hingga warga di luar daerah yang terkendala biaya logistik pengiriman. Untuk menjaga kenyamanan bersama, panitia tahun ini telah menyiapkan tata kelola area khusus bagi para pelaku jastip.

Baca Juga: Dani Olmo Pertanyakan Sikap Atletico Madrid untuk Julian Alvarez

Fasilitas khusus tersebut mencakup alur kasir terpisah yang ditempatkan di bagian belakang area pameran. Penataan ini diterapkan guna meminimalisasi gesekan serta menjaga kenyamanan pengunjung reguler yang ingin memilah buku dengan tenang.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
bazar buku murah Big Bad Wolf Yogyakarta Pameran Buku BBW 2026 Literasi Jogja Dinas Perpustakaan DIY