GUNUNGKIDUL-Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kretek-Girijati atau Kelok 23 telah rampung secara fisik. Jalan yang menghubungkan Bantul dengan Gunungkidul tersebut kini tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat sebelum mulai difungsikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, berdasarkan laporan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Kementerian PU, progres pembangunan sebelumnya telah mencapai 99,6 persen. Saat ini pekerjaan fisik telah dinyatakan selesai. “Saat ini baru uji coba, rencana September sudah bisa dibuka,” kata Rakhmadian saat dihubungi, Minggu (30/8).
Baca Juga: Dishub DIY Janji Evaluasi Portal Malioboro Seusai Video Lansia Berkursi Roda Terhalang Viral
Pengoperasian jalur masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat. Jalan diperkirakan mulai difungsikan pada September atau Oktober 2026. Jalur sepanjang 5,64 kilometer tersebut menjadi penghubung baru antara kawasan Parangtritis dan Jembatan Kretek II dengan ruas Girijati-Tlogowarak hingga Legundi-Planjan yang tersambung dengan jaringan JJLS.
Kelok 23 berada di kawasan perbukitan dengan sejumlah tikungan dan menawarkan pemandangan laut serta bentang alam di sekitarnya. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses baru menuju kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan keberadaan jalur baru diharapkan mengubah pola akses wisatawan dari arah Bantul menuju kawasan selatan. “Baik destinasi wisata maupun arah ke kota, dan juga memudahkan para wisatawan utamanya yang datang ke Pantai Selatan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman,” katanya saat meninjau Kelok 23, Jumat (28/8).
Baca Juga: Warga Bantul Desak Kolam Koi Ditutup Permanen, Soroti Izin hingga Ancaman Keselamatan
Dari keseluruhan paket pekerjaan sekitar lima kilometer, sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Gunungkidul. Pembangunan jalan dimulai sejak Agustus 2023.
Project Manager pembangunan Jalan Kretek-Girijati Anang Nurkholis mengatakan, medan menjadi salah satu tantangan utama selama pengerjaan. Sebagian ruas dibangun di kawasan yang sebelumnya berupa hutan dengan kondisi tebing cukup curam. “Tantangan utamanya karena kondisi geografis, terutama tebing yang sangat curam,” ujarnya.
Berdasarkan data kontrak, jalan memiliki lebar aspal tujuh meter dengan nilai kontrak sekitar Rp254,57 miliar. Pekerjaan dilaksanakan KSO Waskita-PP dan dibiayai melalui skema bantuan Islamic Development Bank (IsDB).
Baca Juga: Waterboom Jogja Resmi Kembali Bernama Jogjabay Mulai 1 September 2026, Ada Konsep Baru!
Manfaat Kelok 23 tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas. Pemkab mulai menyiapkan kawasan di sekitar jalur agar terbukanya akses baru turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui rencana gardu pandang dan rest area di kawasan perbatasan Bantul-Gunungkidul. Fasilitas tersebut nantinya juga diarahkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM.
Pemkab juga menyiapkan skema land banking untuk menawarkan sejumlah lahan potensial di kawasan selatan kepada investor. Upaya ini dilakukan untuk menangkap peluang investasi dan aktivitas ekonomi yang diperkirakan tumbuh setelah akses baru dibuka. (Dzika Fajar A/Radar jogja)
Editor : Jihad Rokhadi