Mayoritas Kebakaran Lahan di Kabupaten Bantul Dipicu Kelalaian Manusia

Aris Romadhon • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:00 WIB
EVAKUASI: Petugas pemadam kebakaran dan penyelematan Kabupaten Bantul saat memadamkan api di lahan yang terbakar. (ISTIMEWA)
EVAKUASI: Petugas pemadam kebakaran dan penyelematan Kabupaten Bantul saat memadamkan api di lahan yang terbakar. (ISTIMEWA)

BANTUL - Mayoritas kebakaran lahan di Bantul dipicu ulah manusia. Pembakaran sampah dan daun kering tanpa pengawasan serta puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi penyebab utama api mudah membesar. Terutama saat kemarau dan angin kencang.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bantul Kristanto Kurniawan mengatakan, kebiasaan warga menggunakan api untuk membersihkan lahan masih menjadi persoalan. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berisiko merambat ke area lain hingga permukiman.

Baca Juga: Kemhan Buka Suara Soal Viral Kadet Mungundurkan Diri, Unhan RI Resmi Izinkan Mahasiswi Berhijab

Dia menegaskan, aktivitas membakar sampah sembarangan jelas melanggar aturan. “Meskipun dianggap masyarakat sebagai cara yang cepat, murah, dan abu sisa bakarannya bisa menyuburkan tanah saat musim hujan, risikonya sangat tinggi jika ditinggalkan tanpa pengawasan,” beber Kristanto kepada Radar Jogja Rabu (26/8).

Sejumlah wilayah yang kerap mengalami kebakaran lahan antara lain Pundong, Imogiri, Piyungan, Sedayu, dan Pajangan. Kondisi medan di kawasan lereng bukit juga menjadi kendala saat pemadaman karena sejumlah titik tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.

Baca Juga: Sembari Tunggu Hasil Audit BPKP, Kejari Kulon Progo Kembali Periksa Saksi Usut Kasus Korupsi PT SAK

Pemkab Bantul telah memasang spanduk imbauan di lokasi rawan. Pencegahan juga melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pamong kalurahan, dan Babinsa.

Kristanto menegaskan kebakaran lahan di Bantul bukan kebakaran hutan alam, melainkan lebih banyak terjadi akibat aktivitas manusia. “Secara alami, teriknya sinar matahari di wilayah DIY tidak mungkin memercikkan api dengan sendirinya,” tegasnya. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
kebakaran lahan kabupaten bantul kebakaran hutan pembakaran sampah Bantul