Layang-Layang Terbang tanpa Kerangka pada Event Parangkusumo International Kite Festival

Aris Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:30 WIB
UKURAN JUMBO: Layang-layang tanpa kerangka (inflatable) menghiasi langit Pantai Parangkusumo Sabtu (22/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)
UKURAN JUMBO: Layang-layang tanpa kerangka (inflatable) menghiasi langit Pantai Parangkusumo Sabtu (22/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)

BANTUL - Layang-layang berbentuk gurita hingga hiu terbang menghiasi langit Pantai Parangkusumo. Uniknya, layang-layang tersebut tidak menggunakan kerangka dan mengandalkan hembusan angin untuk membentuk karakter tiga dimensinya.

Layang-layang unik itu menjadi bagian dari Parangkusumo International Kite Festival (PIKF) yang digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, Sabtu (22/8). Festival ini menghadirkan kompetisi dan eksibisi layang-layang yang diikuti seniman dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Praperadilan Jadi Bahan Evaluasi Dinar Kripsiaji, Fokus Petakan Kasus Dana Hibah Pariwisata

Layang-layang dari China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Thailand turut ambil bagian. Beragam bentuk dan ukuran membuat langit Parangkusumo menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Salah satu peserta eksibisi adalah Faisal Hakim Maulana (FHM), warga Gunungkidul. Tahun ini menjadi kali pertama Faisal mengikuti festival layang-layang di Jogja. “Hari ini kita bawa jenis inflatable (tanpa rangka) dengan karakter laut octopus (gurita) sama shark (hiu),” ujar penggagas Komunitas FHM Kite Sabtu (22/8).

Baca Juga: Modus Penggunaan Resep Berulang Sering Muncul, IAI Sleman Lakukan Skrining Pembelian OOT

Faisal menyebut, layang-layang jenis inflatable ini hanya mengandalkan tekanan angin agar bentuknya mengembang. Selain Faisal, sejumlah peserta dari Indonesia turut memeriahkan eksibisi. Tim Art Kite dari Bandung menghadirkan layang-layang raksasa berbentuk Hanoman. Sementara tim Imogiri, Bantul pimpinan Bayu membawa deretan layang-layang berbentuk cumi-cumi.

PIKF tidak hanya menghadirkan eksibisi. Kompetisi layang-layang juga digelar dalam sejumlah kategori, mulai dari layang-layang dua dimensi hingga kompetisi layang-layang naga yang dijadwalkan berlangsung Minggu (23/8).

Baca Juga: Kisah Tukang Becak Desil 9, Kini Bingung Sekolahkan Anaknya karena Dianggap Mampu

Antusiasme pengunjung juga terlihat di kawasan Pantai Parangkusumo. Anak-anak hingga lansia datang untuk menyaksikan beragam bentuk layang-layang yang memenuhi langit pantai.

Warga Panggang, Gunungkidul Ari, 32, mengaku rutin menonton festival layang-layang ini setiap tahun. “Kebetulan rumah dekat dari sini, tiap ada layang-layang pasti ke sini bareng anak dan suami,” ujar Ari. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
tanpa kerangka inflatable Parangkusumo International Kite Festival (PIKF) eksibisi layang-layang