Dua Kapal Nelayan Terbalik Diterjang Ombak di Pantai Depok, Empat ABK Selamat

Aris Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Kapal nelayan diterjang ombak (istimewa)
Kapal nelayan diterjang ombak (istimewa)

BANTUL – Dua kapal jungkung terbalik di perairan Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, Minggu (23/8) pagi. Empat anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh petugas gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, dua kapal jungkung tengah beraktivitas di sekitar perairan Pantai Depok. Namun, kedua kapal terbalik setelah diterjang ombak dalam waktu yang hampir bersamaan.

Koordinator Wilayah Timur Satgas Linmas Jogo Segoro Arief Nugraha mengatakan, petugas menerima laporan dari warga yang melihat kejadian tersebut. Petugas piket bersama Satlinmas Rescue dan Ditpolairud Polda DIY kemudian langsung bergerak menuju lokasi.

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Pasalnya, posisi kapal yang terbalik berada beberapa meter dari bibir pantai sehingga petugas harus menerjang ombak untuk menjangkau para nelayan.

Baca Juga: Kembangkan Budidaya Melon, Lumbung Mataraman Giripeni Dapat Suntikan Anggaran Dais Rp 500 Juta

“Evakuasi dilakukan dengan cara berenang membawa pelampung untuk menolong para nelayan yang terombang-ambing di laut,” ujar Arief.

Seluruh awak kapal yang berjumlah empat orang akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Keempat nelayan kemudian dibawa ke Posko SAR Parangtritis untuk mendapatkan penanganan.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua nelayan merupakan warga Desa Jetis, Cilacap, satu nelayan berasal dari Bungkus, Parangtritis, dan satu lainnya warga Samas, Sanden.

Dari empat korban, satu nelayan mengalami luka lecet ringan pada tangan dan kaki kiri akibat benturan ketika perahu terbalik.

Baca Juga: Viral Video Pelajar SMP Diduga Dikeroyok di Pantai Sepanjang, Berawal Saling Ejek di WhatsApp

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang di perairan selatan DIY.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Siti Winasari mengatakan, berdasarkan dinamika atmosfer dan kondisi laut di sekitar wilayah Jawa bagian selatan, angin timuran menguat hingga mencapai 30 knot.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Menurut Siti, penguatan angin dengan kecepatan tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.

“Terutama perahu nelayan dan kapal tongkang,” ujarnya.

Baca Juga: Kunjungan Orang Tua Siswa SR Kulon Progo Dua Minggu Sekali, Asrama Larang Bawa Mi Instan

Siti juga mengimbau nelayan selalu memeriksa prakiraan cuaca dan informasi tinggi gelombang melalui kanal resmi BMKG sebelum melaut. Ia menjelaskan, kecepatan angin timuran umumnya berada pada kisaran 10 hingga 20 knot.

Kecepatan angin di atas 15 knot, lanjutnya, dapat membuat kapal nelayan maupun kapal tongkang mulai mengalami guncangan. Karena itu, kecepatan angin di bawah 15 knot dinilai lebih aman untuk aktivitas pelayaran. (Cr2)

Editor : Bahana.
pantai depok kapal nelayan Bantul gelombang tinggi BMKG