Pemkab Bantul Berupaya Tekan Harga Pangan lewat Pasar Murah, Selisih Harga Lebih dari Rp 5 Ribu

Aris Romadhon • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:01 WIB
MENGULAR: Warga mengantre untuk membeli sembako dalam kegiatan Pasar Murah di GOR Guwosari, Kapanewon Pajangan Rabu (19/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)
MENGULAR: Warga mengantre untuk membeli sembako dalam kegiatan Pasar Murah di GOR Guwosari, Kapanewon Pajangan Rabu (19/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)

BANTUL - Selisih harga bahan pokok lebih dari Rp 5 ribu per kilogram membuat pasar murah di Lapangan GOR Guwosari, Pajangan, diserbu warga Rabu (19/8). Kegiatan yang digelar Pemkab Bantul bersama Bank Indonesia (BI) DIY itu menawarkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia. Selisih harga yang diberikan menyasar sejumlah komoditas. Seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng.

Menurut dia, pengendalian harga harus berjalan beriringan dengan ketersediaan barang. Pemerintah tidak ingin harga ditekan tetapi pasokan justru tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. "Alhamdulillah, di Kabupaten Bantul terkait dengan harga relatif stabil dan stok kita sudah siap," tegasnya di lokasi Rabu (19/8).

Baca Juga: DPP Kota Jogja Catat 21 Kasus Gigitan Hewan Didominasi Gigitan Anjing, Ada Ancaman Sanksi bagi...

Koordinator Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bantul Kuswindarti mengatakan, pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada pemetaan wilayah yang memiliki kerawanan kemiskinan dan kekeringan. Pajangan menjadi salah satu wilayah yang dinilai membutuhkan intervensi pemerintah melalui pasar murah. "Sehingga kita perlu hadir di sana," katanya melalui sambungan telepon kemarin (19/8).

Dia menyebut, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Bantul menggandeng BI dalam kegiatan tersebut. BI memberikan subsidi Rp 2 ribu per kilogram untuk biaya angkut komoditas dari distributor.

Subsidi tersebut membuat pedagang dapat menjual bahan pokok kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, mendekati harga dasar distributor.

Baca Juga: Zidan Attala Lahap 1.500 Km Bentang Jawa, Jadi Finisher Pertama, Catat Waktu 3 Hari 9 Jam 43 Menit

Kuswindarti menyebut dukungan BI untuk pasar murah di Bantul diberikan dalam dua kegiatan. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Dlingo dan kini dilaksanakan di Pajangan.

Pasar murah yang secara teknis dilaksanakan Dinas KUKMPP tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bantul menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

TPID Bantul menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K. Yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Manfaat pasar murah dirasakan langsung warga. Salah satunya Darmi, 45, yang rela menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Dia tiba sekitar pukul 08.30, sebelum pelayanan dibuka pukul 09.00. Sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti gula, tepung terigu, dan minyak goreng menjadi barang yang dibelinya.

"Lumayan murah harganya. Cukup membantu untuk mengurangi pengeluaran," ujar Darmi. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta harga bahan pokok Pemkab Bantul pasar murah