BANTUL - Petani dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bantul mendapat ruang untuk memasarkan produk langsung kepada konsumen melalui Pasar Tani. Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul sejak 2016 ini, menjadi salah satu upaya memangkas rantai pemasaran. Sekaligus membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian DKPP Bantul Umi Fauziyah mengatakan, Pasar Tani lahir dari keprihatinan terhadap petani dan pelaku UMKM yang kesulitan memasarkan hasil pertanian maupun produk olahannya. "Harapannya melalui Pasar Tani produk budi daya dari masing-masing petani bisa langsung dijual ke konsumen," ujar Umi kepada Radar Jogja Selasa (18/8).
Baca Juga: Persiapan Pembangunan Struktur Tol Jogja-Solo, Separator di Ring Road Utara Dibongkar
Para pedagang yang berjualan di Pasar Tani, lanjutnya, tergabung dalam Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Kabupaten Bantul. Keanggotaan maupun aturan berjualan disepakati bersama oleh para anggota asosiasi.
Untuk menjaga keberlangsungan program, DKPP Bantul menyediakan tempat serta sejumlah sarana dan prasarana. Dinas juga mengusulkan bantuan fasilitas, seperti tenda, meja, kursi, dan perlengkapan pendukung lainnya. "Kami juga mengajukan bantuan-bantuan ke kementerian," jelas Umi.
Baca Juga: 11 Pengasuh Little Aresha Jalani Sidang Perdana, Terungkap Ada Anak yang Ditenggelamkan di Bak Mandi
Pasar Tani rutin digelar setiap Selasa dan Rabu di pelataran Kantor DKPP Bantul. Para pedagang juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bantul.
Jika ada kegiatan Pemkab Bantul yang membutuhkan partisipasi pelaku usaha, Aspartan mengoordinasikan produk dari para anggota. Perwakilan pedagang kemudian menjaga lapak selama kegiatan berlangsung.
Menariknya, seluruh hasil penjualan menjadi hak pedagang. DKPP Bantul tidak menerapkan sistem bagi hasil dari transaksi yang berlangsung di Pasar Tani. "Kami tidak mengambil atau bagi hasil sama sekali," tegasnya.
Baca Juga: Konvoi Merdeka x Astra Motor Yogyakarta, Bikers Paguyuban Motor Honda Banyumas Konvoi Simpatik Rayak
Produk yang dijual cukup beragam. Selain sayuran dan berbagai olahan pangan, Pasar Tani turut menawarkan komoditas unggulan Bantul seperti emping dan pati garut.
Ke depan, Pasar Tani ditargetkan dapat memiliki tempat usaha permanen. Sehingga kegiatan jual beli tidak hanya berlangsung dua hari dalam sepekan. Tetapi dapat berjalan setiap hari.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung pelaku UMKM seperti Umi. Dia menjual aneka olahan hasil laut seperti udang, cumi, dan ikan dari Pantai Depok. Produknya kini disebut sudah dikenal banyak orang kurang dari setahun terakhir. "Awalnya saya hanya jualan di Pantai Depok," ungkapnya. (cr2)
Editor : Sevtia Eka Novarita