Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Selopamioro, Simbol Perjuangan Kemerdekaan di Ketinggian 40 Meter

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Bendera merah putih telah dikibarkan di tebing Via Ferrata Selopamioro Minggu (16/8) - Dokumentasi Pengelola Panjat Tebing Via Ferrata
Bendera merah putih telah dikibarkan di tebing Via Ferrata Selopamioro Minggu (16/8) - Dokumentasi Pengelola Panjat Tebing Via Ferrata

BANTUL - Bendera Merah Putih berukuran besar berkibar dengan ketinggian sekitar 40 meter di tebing Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Minggu (16/8). Pengibaran tersebut dikibarkan di tebing Via Ferrata Selopamioro untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.

Pemandu Panjat Tebing Via Ferrata, Michael Recky Setiawan mengatakan, selain menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan membutuhkan perjuangan. Semangat itu diwujudkan melalui perjuangan para pendaki untuk mengibarkan Sang Saka di medan tebing yang cukup curam.

"Ini merupakan kali pertama kami mengibarkan bendera berukuran 12 × 6 meter di atas tebing," jelasnya saat dihubungi lewat telepon Senin (17/8).

Dalam persiapannya, mereka membutuhkan waktu selama tiga hari. Dua hari pertama digunakan untuk mempersiapkan pemasangan tali dan jangkar, sedangkan hari ketiga dilanjutkan dengan pemasangan bendera Merah Putih.

"Yang terlibat 15 hingga 20 orang, tapi yang ikut upacara di atas tebing 15 orang," katanya. 

Baca Juga: Curtis Jones Ditepikan Liverpool, Inter Milan Siapkan Tawaran Baru

Setelah bendera berhasil dikibarkan, para peserta upacara yakni dari komunitas Selopamioro Adventure Park, Sembara Adventure Service, Kapala AMTA, Liberta Feredal, serta komunitasnya bersama-sama melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di atas tebing.

"Selama setengah jam bendera merah putih berkibar di atas tebing, lalu kami turunkan kembali," tuturnya.

Bendera sengaja tidak dikibarkan terlalu lama karena kondisi angin di kawasan tebing cukup kencang dan berpotensi merusak kain bendera. "Itu juga sempat ada yang hampir sobek benderanya," keluhnya.

Kendati demikian, meskipun cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang sempat menjadi penghambat dalam melakukan pengibaran bendera, dia mengaku bersyukur dan turut senang kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar. 

Menurutnya, komunitasnya memang kerap mengibarkan bendera di lokasi-lokasi ekstrem, seperti jembatan dan gunung. Meski demikian, pihaknya tidak khawatir. Sebab, seluruh peserta yang terlibat merupakan orang-orang profesional dan telah terlatih. 

"Mereka sudah jago panjat tebing semua, jadi aman," katanya. 

Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diraih tanpa perjuangan. Begitu pula dengan pengibaran bendera di atas tebing yang membutuhkan perjuangan, ketelitian, dan kesabaran.

Baca Juga: Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye Tak Masuk Skuad PSG, Sinyal ke Liverpool Semakin Menguat?

"Kita menikmati kemerdekaan tahun ini dengan perjuangan, melalui pengibaran bendera di atas tebing," pungkasnya. (cin)

Editor : Bahana.
HUT RI ke-81 Via Ferrata panjat tebing selopamioro Bantul