BANTUL - Sekitar lima hektare lahan pertanian di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Bantul dipastikan gagal panen. Setelah terendam air laut selama dua hari dua malam akibat Muara Baros tersumbat pasir.
Lurah Tirtohargo Sugianto mengatakan, tanaman yang mati merupakan komoditas hortikultura, seperti bawang merah. Tanaman hortikultura lebih rentan terhadap air laut dengan kandungan garam tinggi dibandingkan tanaman padi.
Baca Juga: Emak-Emak Dusun Prajenan, Mertoyudan Adu Sabar Mancing Lele, Hadiahnya Perabot Rumah Tangga
"Hari Rabu sudah dibuka muaranya, tapi malamnya tertutup pasir lagi, hari Kamis dibuka lagi, sekarang aliran sudah lancar," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon Minggu (16/8).
Pembukaan Muara Baros dilakukan menggunakan alat berat bantuan pemerintah setempat. Sekitar 70 petani yang lahannya terdampak juga bergotong royong membuat aliran air dari Muara Baros menuju laut secara manual. "Jadi di hari Kamis kami membuka sumbatan pasir dari jam enam pagi hingga enam sore, baru bisa kebuka," lontarnya.
Baca Juga: Persulit Akses dan Pinggirkan UMKM, Warga Tolak Pemasangan Pagar Besi di Sekitar Exit Tol Banyurejo
Sugianto mengatakan, lahan pertanian di kawasan pantai selatan (pansela) Bantul terdampak sumbatan pasir di saluran Muara Baros akibat gelombang besar. Kondisi tersebut membuat muara tidak dapat berfungsi optimal mengalirkan air dari sungai menuju laut.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan, sumbatan pasir di Muara Baros bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan fenomena tahunan yang biasanya terjadi pada Agustus hingga September.
Karena persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi pesisir dan gelombang laut, Joko mengatakan penanganan jangka panjang berada di luar kewenangan DKPP Bantul.
"Setiap tahun memang kami melakukan penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membuka sumbatan," tuturnya.
Baca Juga: Live Malam Ini, Arsenal vs Manchester CIty Perebutan Gelar FA Community Shield 2026 di Cardiff
Dia menyebut, gelombang tinggi di pansela Bantul mengakibatkan Muara Baros tersumbat pasir laut sejak Rabu (12/8). Akibatnya, lahan pertanian seluas 35 hektare di Kalurahan Tirtohargo, Kretek, dan 20 hektare di Kalurahan Srigading, Sanden terendam. "Total 55 hektare lahan pertanian terdampak,” pungkasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita