Gelombang Tinggi Juga Merusak Sejumlah Warung di Pesisir Bantul

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:20 WIB
MELUAS: Beberapa warung di Pantai Parangtritis sebelah timur juga terdampak gelombang tinggi. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
MELUAS: Beberapa warung di Pantai Parangtritis sebelah timur juga terdampak gelombang tinggi. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

 

BANTUL - Gelombang tinggi melanda kawasan pantai selatan (pansela) Bantul dan menyebabkan sejumlah warung di dekat bibir pantai mengalami kerusakan. Gelombang ini menerjang sejumlah titik, di antaranya, kawasan Pantai Parangtritis sebelah timur, selatan muara Pandansimo, Pantai Baru, dan sebelah barat Pantai Pandansimo.

Koordinator TPR Pantai Barat Suta Akhir mengatakan, sedikitnya tiga warung terdampak gelombang pasang. Masing-masing satu warung di selatan muara Pandansimo, satu warung ribih di pinggir Pantai Baru, serta satu warung ambruk di sebelah barat Pantai Pandansimo. "Tinggi gelombang satu hingga empat meter,” katanya Selasa (11/8).

Sementara itu, Koordinator Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Parangtritis sekaligus warga sekitar Pantai Parangtritis Suranto mengatakan, gelombang tinggi juga terjadi di kawasan Pantai Parangtritis.  Menurutnya, gelombang pasang merupakan fenomena yang biasa terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Gelombang Empat Meter Terjang Kios hingga 30 Meter dari Bibir Pantai di Kebumen

Di Pantai Parangtritis, gelombang besar sempat menerjang kawasan paling ujung pantai. "Di lokasi itu terdapat sejumlah warung kecil yang berada di dekat bebatuan terkena ombak," katanya.

Ombak besar yang menghantam bebatuan kemudian membawa sampah berupa bambu dan tempurung kelapa ke kawasan pantai. Suranto menjelaskan, karakter Pantai Parangtritis berbeda dengan pantai-pantai di Gunungkidul.

Pantai Parangtritis memiliki garis pantai yang relatif landai sehingga dampak hantaman gelombang tidak sebesar pantai yang memiliki banyak batuan dan garis pantai sempit. "Ada sekitar lima warung kecil terdampak. Tidak ada barang milik pedagang yang dilaporkan hanyut terbawa gelombang laut," tuturnya.

Sampah yang terbawa gelombang juga telah dibersihkan. Suranto menyebut jumlahnya kurang dari satu ton dan seluruhnya telah ditangani pada hari yang sama.

Baca Juga: Siklus Tahunan, Gelombang Tinggi Merata di Seluruh Pesisir Kulon Progo

Untuk warung yang terdampak, perbaikan dilakukan secara mandiri oleh pemilik lapak. Diperkirakan perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu minggu, seiring dengan kondisi gelombang yang mulai menurun.

"Sekarang saya lihat gelombangnya sudah tidak terlalu tinggi," ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro Pantai Parangtritis hingga Depok Arief Nugraha mengatakan, gelombang tinggi mulai terjadi sejak Senin malam. Kuatnya dorongan gelombang dipengaruhi angin yang bertiup cukup kencang. 

"Sekarang sudah tidak tinggi, tapi mungkin sore tinggi lagi,” ujarnya.

Meski demikian, aktivitas wisatawan di Pantai Parangtritis masih berlangsung dan dinilai aman dengan tetap memperhatikan kondisi gelombang. Arief menambahkan, kawasan pesisir di sisi timur Pantai Parangtritis memang memiliki cukup banyak kios yang berada di dekat pantai.

Baca Juga: Pengaruh Angin Timuran, BMKG Yogyakarta Prediksi Gelombang Tinggi Bisa Terjadi Hingga Awal September

Menurutnya, keberadaan warung atau kios di tepi pantai sebenarnya memiliki risiko tinggi karena setiap tahun berpotensi terdampak gelombang pasang. Pendirian bangunan di kawasan sempadan pantai juga tidak diperbolehkan.

"Kalau bisa pesisir itu tidak usah ada warung-warung. Karena mendirikan warung di tepi pantai juga melanggar peraturan,” katanya.

Gelombang tinggi diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini merupakan siklus musiman yang diperkuat angin kencang. "Prediksi gelombang tinggi tiga hari sampai satu minggu," ungkapnya. (cin/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Gelombang Pasang Pesisir Bantul gelombang tinggi pantai parangtritis Pantai Selatan