BANTUL - Bantul Konser 2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) meninggalkan dua sisi dampak bagi masyarakat. Di satu sisi, gelaran yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bantul itu menghasilkan sekitar dua ton sampah yang berserakan di area konser.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, pihaknya mengerahkan 95 petugas kebersihan untuk menangani sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Petugas disiagakan dalam beberapa waktu.
Sebanyak 15 petugas dikerahkan pada siang hingga sore hari, 50 petugas pada malam hari, dan 30 petugas pada pagi hari. Sampah yang terkumpul selanjutnya direncanakan dikirim ke TPST Argodadi. "Totalnya sekitar dua ton sampah," katanya Selasa (11/8).
Baca Juga: Serikat Warga Adukan Ketidakjelasan Proposal Danais, ORI DIY Arahkan Keterbukaan Mekanisme ke KID
Menurutnya, penanganan sampah dalam sebuah kegiatan atau event membutuhkan kolaborasi semua pihak. Sesuai regulasi, pengelolaan sampah dalam kegiatan merupakan tanggung jawab panitia penyelenggara. Namun, pelaksanaannya di lapangan juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat yang hadir. "Keberadaan DLH dalam kegiatan tersebut pada dasarnya hanya dimintai bantuan," jelasnya.
Bambang berharap panitia penyelenggara meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam menangani sampah yang dihasilkan selama kegiatan. Penanganan tersebut penting agar sampah tidak menimbulkan konsekuensi pencemaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.cintia (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita