BANTUL - Guna menekan biaya produksi pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memanfaatkan drone. Drone tersebut akan digunakan untuk penyemprotan pupuk dan pestisida guna mengendalikan hama.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan, pihaknya saat ini memiliki tiga drone berkapasitas 16 liter. Dua drone di antaranya baru saja diperoleh melalui bantuan dari Menteri Pertanian.
"Drone itu dapat meringankan beban tugas dan biaya produksi pertanian," katanya Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Sudah Masuk SMP tapi Masih Berseragam SD, Seragam Gratis Belum Dibagikan: Ini Alasan Pemkab Bantul
Menurutnya, drone pertanian dapat menekan biaya pemupukan serta penyemprotan sehingga menjadi lebih ringan dan efisien. Dengan demikian, pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan karena berkurangnya pengeluaran untuk modal usaha tani.
"Efisiensi waktu pengerjaan lahan juga menjadi jauh lebih cepat dibandingkan metode manual," tuturnya.
Sejauh ini, cukup banyak petani yang membutuhkan drone tersebut untuk gerakan pengendalian hama. Nantinya, DKPP Bantul akan menugaskan personelnya untuk mengoperasikan drone bagi petani yang membutuhkan.
Baca Juga: Sebanyak 18 Organisasi Profesi Indonesia Berkoalisi Tangani TBC di Sleman, Begini Cara Kerjanya!
Ia pun bersyukur pemerintah pusat memberikan bantuan drone tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
"Untuk penggunanya, dapat diakses oleh para petani yang merasa butuh," terangnya.
Petani yang membutuhkan drone dapat mengajukan permohonan kepada dinas. Ia berharap pemanfaatan teknologi modern ini tidak hanya menghemat biaya dan waktu, tetapi juga mampu menarik minat generasi muda di Bantul untuk terjun dan mengembangkan sektor pertanian. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita