BANTUL – Distribusi seragam sekolah gratis dari Pemkab Bantul belum juga dilakukan, meski hampir satu bulan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Akibatnya, tak sedikit orang tua (ortu) siswa memilih membeli seragam mandiri karena membutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala SMPN 1 Jetis Mohammad Wantoro mengatakan, sekitar setengah dari jumlah siswa 191 orang telah membeli seragam biru putih dan sudah dikenakan. Sedangkan, sebagian lainnya belum berseragam SMP karena masih menunggu pendistribusian dari Pemkab Bantul.
"Yang belum beli, mereka masih pakai seragam SD putih merah," katanya, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Sebanyak 18 Organisasi Profesi Indonesia Berkoalisi Tangani TBC di Sleman, Begini Cara Kerjanya!
Salah satu guru SMPN 4 Banguntapan Sarjiono mengatakan, sebelumnya pemkab telah menyampaikan akan memberikan satu stel seragam biru putih gratis kepada sekolahnya.
Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, seragam tersebut rencananya didistribusikan pada awal kegiatan pembelajaran siswa kelas VII. Namun, hingga kini seragam yang dijanjikan belum diterima sekolah.
"Anak-anak beli sendiri dari orang tua, ada yang sudah beli ada yang sudah pakai ada yang belum, sebagian besar sudah pakai," bebernya saat ditemui di ruang kerjanya.
Baca Juga: Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun, Kawasan BPO DIY Jadi Salah Satu Opsi Lokasi
Pun, dia menyebut banyak orang tua yang menanyakan kepastian seragam gratis tersebut dibagikan. Namun, pihak sekolah juga belum memperoleh informasi lanjutan dari Pemkab Bantul sehingga hanya bisa meminta para wali murid untuk bersabar.
"Kalau sudah datang ke sekolah akan kami bagi," pesannya kepada wali murid.
Sarjiono menjelaskan, jumlah siswa kelas VII di SMPN 4 Banguntapan yang mencapai 128 siswa itu sebagian besar orang tua memilih membeli seragam lebih dahulu karena seragam dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, banyak seragam SD milik siswa yang sudah tidak muat.
"Belum ada info pembagian, info terakhir di awal-awal anak masuk harusnya pas MPLS, sampai sekarang belum ada info lanjutan." katanya.
Baca Juga: Bau Menyengat! Pabrik Kulit di Prawirodirjan Terancam Ditutup, DPRD Kota Sidak ke Lokasi
Ia berharap seragam gratis tersebut segera didistribusikan kepada para siswa sesuai informasi awal yang disampaikan pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, banyak orang tua masih menunggu realisasi program tersebut.
Murid kelas VII D SMPN 4 Banguntapan Muhammad Latif Mubarok mengaku, telah membeli seragam biru putih Senin (3/8/2026). Sebelumnya, ia sempat menunggu pembagian seragam gratis, tetapi hingga kini belum terealisasi, sehingga terpaksa membeli seragam terlebih dahulu.
"Karena belinya Senin, seragamnya baru dijahit, belum saya pakai," katanya.
Baca Juga: Ditariki Iuran HUT RI Capai Rp 175 Ribu, PPPK dan Pegawai di Kebumen Sambat lewat Lapor Cepat
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Ngentak Mangir Siti Wahidah mengatakan, seluruh siswa kelas I di sekolahnya telah menerima seragam merah putih dari sekolah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik baru.
"Jadi sudah pakai seragam merah putih semua sekarang," katanya.
Terpisah, Wakil Bupati Bantul Aris Sunaryanta mengatakan, keterlambatan pendistribusian seragam gratis disebabkan kendala dalam proses pengadaan."Tapi Insya Allah tetap kita berikan. Seandainya sudah beli tidak masalah nanti untuk diganti juga (tetap diberikan, Red)," janjinya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita